Notification

×

Iklan

Iklan

Gara-gara Tampar 9 Murid, Guru SMK ini Ditetapkan Sebagai Tersangka

Sabtu, 21 April 2018 | 13.23.00 WIB
Screenshot guru tidak tetap di SMK Kesatrian, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah saat akan menampar muridnya (foto : kompas.com).
Indikatorntb.com - Lukman Septiadi (27) tahun, seorang guru tidak tetap di SMK Kesatrian, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap anak, Jumat (20/04) oleh penyidik kepolisian Banyumas. Lukman diduga melakukan kekerasan terhadap anak, setelah menampar 9 muridnya yang terlambat masuk kelas, Sabtu (21/04/18).

Kapolres Banyumas Ajun Komisaris Besar Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, sedikitnya ada sembilan siswa yang menjadi korban kekerasan oleh tersangka.

Dari hasil visum yang dilakukan, beberapa korban mengalami nyeri di bagian rahang, telinga berdengung, memar, lecet, hingga mengeluh pusing berkelanjutan.

“Dua korban (paling parah) sudah dibawa ke rumah sakit, sekarang rawat jalan,” kata Bambang sebagaimana dilansir dari media kompas.com.

Aksi kekerasan yang diduga dilakukan secara sengaja oleh oknum guru tersebut menjadi viral di media sosial sejak diunggah pertama kali pada Kamis (19/4/2018).

Tersangka berdalih, tindakan yang diambil akan memberikan efek jera kepada korban, sekaligus sebagai peringatan bagi siswa yang lain.

“Jadi tersangka sengaja menyuruh siswa yang tidak dihukum untuk merekam aksi penamparan itu. Bahkan sebelumnya, tersangka juga sempat merekam sendiri (aksi penamparan),” jelasnya.

Untuk sementara, tersangka dijerat dengan Pasal 80 Ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan penjara.

“Kami masih melakukan pengembangan dan analisa terkait adanya pasal berlapis yang dilanggar,” jelasnya.

Hingga gelar perkara dilakukan, polisi telah memeriksa 13 saksi, termasuk di antaranya para korban dan tersangka. Selain itu, pihaknya juga telah mengamankan satu telepon pintar milik siswa yang diduga sebagai perekam video itu.

“Bagaimanapun juga, apapun alasannya, kekerasan dalam dunia pendidikan tetap tidak dapat dibenarkan,” tutup Bambang.

Sebelumnya berita ini sudah dimuat di media kompas.com dengan judul : Guru yang Tampar 9 Murid di Purwokerto Jadi Tersangka

Reporter : Furkan AS
Editor      : Fuad D Fu
×
Berita Terbaru Update