Notification

×

Iklan

Iklan

BLT Subsidi Gaji Tak Kunjung Cair, Ketua Fokus Desa: Duit Itu Parkir Dimana?

Senin, 14 Desember 2020 | 16.00.00 WIB

 

Foto: Ketua Fokus Desa Kec. Wera, Kabupaten Bima.

Indikatorntb.com - Nasrullah, S.Hut, Ketua Forum Komuniaksi Sekertaris (FOKUS) Desa, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, mempertanyakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Subsidi Gaji dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenker), Senin (14/12/20).


Pasalnya, hingga saat ini bantuan Pemerintah berupa subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh yang bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi Pekerja/Buruh dalam penanganan dampak Corona Virus itu, belum juga diterima.


"BLT subsidi gaji dari kementerian tenaga kerja bermasalah, hingga saat ini masih banyak Perangkat Desa yang belum terima transfer subsidi tahap I, II, maupun III. entah dimana duit subsidi itu parkir?" papar Nasrullah, S.Hut kepada media ini.


Tidak hanya dirinya, beberapa perngkat desa yang lain juga mengaku belum menerima bantuan itu. 


Sekertaris Desa Sangiang yang akrab disapa Irul itu bahkan sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menanyakan kabar pencairan bantuan tersebut, namun ia tak mendapatkan jawaban yang dimaksud.


"Dinas terkait juga tidak bisa memberikan penjelasan, alasannya karena kewenangan transfer lansung dari pusat ke rekening masing-masing perangkat. Kadis terkait hanya minta rekan-rekan perangkat untuk bersabar," jelasnya.


Lebih lanjut, Irul mengatakan, bahwa seharusnya bantuan itu sudah diterima sekaligus di tahap III bulan Desmber ini, mengingat tahap I dan II sudah selesai penyalurannya, namun hingga saat ini belum juga ada kabar. 


"Harusnya sudah diterima untuk tahap I, II, bulan desember ini untuk tahap III. Faktanya, hingga saat ini masih banyak rekan2 perangkat Desa yg belum terima sama sekali," jelasnya.


Sebelumnya, Menaker Ida Fauziyah mengatakan bahwa beberapa kendala yang terjadi membuat bantuan subsidi gaji atau upah belum bisa cair, diantaranya duplikasi rekening, rekening sudah tutup, rekening pasif, rekening tidak valid, atau rekening telah dibekukan.


Ida Fauziyah pun menyarankan kepada para pekerja atau buruh untuk segera berkomunikasi dengan BPJS Ketenagakerjaan agar datanya dapat diperbaiki. 


"Karena sumber datanya dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga penyelesaian data ini harus dikoordinasikan dengan mereka juga. Barulah nanti BPJS Ketenagakerjaan akan menyampaikan koreksi kepada Kemnaker," terang Ida.


Seperti yang diketahui, Kementerian Ketenagakerjaan RI sudah menetapkan calon penerima BLT Subsidi Gaji sebanyak 12.44 Juta pekerja atau buruh. Hingga saat ini, menurut laporan Menteri Ketenaga Kerjaan, pemerintah sudah menyalurkan BLT Subsidi Gaji ke ke 11.023.780 pekerja di termin kedua. Masih ada 1.376.220 pekerja lagi yang belum menerima bantuan subsidi gaji atau upah ini.


Furkan/Indikatorntb

×
Berita Terbaru Update