Notification

×

Iklan

Iklan

Berawal Dari Ijazah Paket C, Umi Dinda Berhasil Menjadi Mahasiswa Hingga Bupati

Sabtu, 05 September 2020 | September 05, 2020 WIB Last Updated 2020-09-05T11:12:13Z
Foto: Hj. Indah Dhaayanti Putri, SE (Humas)

Indikatorntb.com - Bukan Ijazah SMA, S1, S2 atau S3, Tapi Bermodalkan Ijazah paket C, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. bisa menjadi Mahasiswa, Wakil Ketua DPRD, bahkan menjadi seorang Bupati. Mungkin hanya beliau satu-satunya di Indonesia yang pernah menjadi Wakil Ketua DPRD dan Bupati ketika masih berstatus Mahasiswa.

Ijazah paket C yang diperoleh dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) - Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu tersebut, menjadi awal dari keberhasilan pendidikan dan kesuksesan karir politik Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.

Riwayat Pendidikan

Bupati Bima periode 2016-2021 yang akrab disapa Umi Dinda ini, sepertinya patut dicontoh dan diteladani di dalam dunia pendidikan. Meski perjalanan pendidikannya tidak seindah yang diharapkan, namun hasilnya lebih indah dari namanya.

Umi Dinda lahir di Dompu pada tanggal 19 November 1981. Ia mulai mengenyam dunia pendidikan pada usia 6 tahun dan dinyatakan lulus dari SDN Dompu pada tanggal 14 Juni 1993, pada usia yang ke 12 tahun. 5 tahun kemudian, ia melanjutkan jenjang pendidikannya di SMPN 1 Mataram dan dinyatakan lulus pada tanggal 11 Juni 1998, tepat diusianya yang ke 17 tahun. 7 tahun kemudian, Umi Dinda menyelesaikan PKMB-LPMP Kelurahan Bada, Kec. Dompu, Kab. Dompu pada tanggal 30 Desember 2005, usianya genap 24 tahun. Kemudian tepat diusianya yang ke 37 tahun, Umi Dinda berhasil menyelesaikan gelar Sarjana Ekonomi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima pada tahun 2018.

Suatu jenjang pendidikan yang cukup unik. Bagaimana tidak, jika diperhatikan dari sepak terjang pendidikannya, maka kita akan menemukan jeda waktu yang cukup lama di setiap jenjang pendidikannya. Misalnya, jika dihitung dengan standar kelulusan normal, maka antara SD dan SMP jeda waktunya 2 tahun, antara SMP dengan PKMB-LPMP jeda waktunya 4 tahun, kemudian antara PKMB-LPMP dan STIE Bima jeda waktunya 7 tahun.

Jika dihitung sejak pendidikan dasar hingga perguruan tinggi dengan standar kelulusan yang normal, maka untuk menyelesaikan seluruh jenjang pendidikannya, Umi Dinda membutuhkan waktu selama 18 tahun. SD 6 tahun, SMP 3 tahun, PKBM-LPMP 3 tahun dan Kuliah 6 tahun.

Atau jika dihitung sejak tahun dimana Umi Dinda pertama kali mengenyam dunia pendidikan, yaitu sekitar tahun 1987 masuk SD dan menyelesaikan kuliah pada tahun 2018, maka waktu yang dibutuhkan adalah 31 tahun.

Meski demikian, Umi Dinda tetap saja bisa menjadi seorang Wakil Ketua DPRD dan menjadi Seorang Bupati di Kabupaten Bima. Beruntung sekali, mungkin itu yang disebut-sebut sebagai takdir yang sudah ditentukan.

Mahasiswa jadi Wakil Ketua DPRD dan Bupati Bima

Diusianya yang ke 31 tahun dan berstatus sebagai seorang janda 2 orang anak, setelah suaminya tercinta H. Fery Zulkarnain meninggal dunia. Umi Dinda mendaftarkan diri sebagai salah satu mahasiswa baru di STIE pada tahun 2012.

Sebuah perjalanan pendidikan yang cukup mengharuhkan. Umi Dinda pernah menjadi salah satu dari 23 peserta KKN gelombang XIV di Posko Desa Maria Utara, Kec. Wawo pada bulan Juli tahun 2016 lalu. Sesaat setelah menjalani sidang skripsi, di hadapan para dosen penguji Umi Dinda sempat menangis. Menurut pengakuan Ketua STIE Bima, Umi Dinda menangis terharu karena Ia ingin memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya. Kemudian pada tahun 2018 lalu, Umi Dinda dinyatakan lulus dengan gelar Sarjana Ekonomi.

Umi Dinda berhasil menyelesaikan studi S1-nya dalam waktu 6 tahun. Waktu yang cukup lama namun sangat berkesan. Bagaimana tidak, 2 tahun setelah menjadi mahasiswa, Umi Dinda dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Kab. Bima periode 2014-2019. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa dan seorang wakil ketua DPRD (4 tahun setelah menjadi mahasiswa atau 2 tahun setelah dilantik menjadi Wakil ketua DPRD) Umi Dinda terpilih dan dilantik menjadi Bupati Kab. Bima periode 2016-2021. Masa kepemimpinannya akan berakhir setelah 3 tahun menjadi alumni mahasiswa STIE Bima.

Sebuah perjuangan seorang perempuan, seorang ibu, seorang istri tercinta dari Almarhum H. Fery Zulkarnain, seorang yang selama ini dicemo'oh, diragukan, disepelehkan bahkan di hina dan dicaci maki secara pribadi, bisa menjadi seorang pemimpin di Kabupaten Bima, dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Selain itu Umi Dinda juga pernah menjadi Ketua PKK Kab. Bima Periode 2005-2013, menjadi Ketua AMPG Partai Golkar Tahun 2009-2013, Ketua DPD II Partai Golkar Kab. Bima Tahun 2013-sekarang, Penasihat GOW Tahun 2005-2013, bahkan Umi Dinda juga pernah mendapatkan Sertifikat Kementerian Dalam Negeri Tahun 2010, Sertifikat Partai Golongan Karya Tahun 2013, Piagam Partai Golongan Karya Tahun 2013, Sertifikat Partai Golongan Karya Tahun 2013 dan berbagai penghargaan lainnya sebagai Bupati Bima.


Semuanya berawal dari Ijazah paket C! Bukan Izasah SMA, Izasah S1, Izasah S2 atau Izasah S3. Ijazah yang selama ini dipandang sebelah mata, bahkan pernah akan dilaporkan keabsahan oleh beberapa orang. Dan mungkin, hanya Umi Dinda, satu-satunya Bupati di Indonesia yang punya Ijazah paket C. 

Tim/Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update