Notification

×

Iklan

Iklan

Menghadapi Covid-19 Ditengah Kegentingan

Kamis, 02 April 2020 | April 02, 2020 WIB Last Updated 2020-04-02T00:12:33Z
Ilustrasi (suara.com).
Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan salah satu wabah yaitu COVID-19 atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Virus Corona. Virus ini berhasil merombak masuk ke seluruh penjuru Nusantara. Angka tiap harinya terus bertambah sehingga menggetarkan seluruh umat manusia. Dibalik angka-angka yang terus bertambah, tiap angkanya ada seseorang yang harus dikorbankan, mau tidak mau keluarga yang ditinggalkan harus merelakannya.

Menurut Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, total kasus pasien positif di Indonesia tercatat ada 579 orang hingga Senin (23/3/2020).

Meski Pemerintah sudah berusaha meminimalisir angka penyebaran tersebut, namun faktanya kepanikan masyarakat justru semakin menjadi-jadi disebabkan adanya pemberitaan yang simpang siur dan dibuat berlebih oleh media sosial. Oleh karena itu, kita sebagai penerima informasi, sudah seharusnya kita memilah mana yang benar berdasarkan darimana asal sumber itu didapat.

Energi pikiran selalu berkaitan dengan hukum Law of Atrraction yang berarti "Hukum untuk menarik hal yang kita inginkan menjadi nyata" Jika pun kita terus-menerus berada di fase kepanikan ini, akan semakin membuat resonasi gelombang pikiran kita menjadi negatif. Akibatnya, tindakan yang berlebihan justru membuat kepanikan baru yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Penyebaran Virus Corona yang menghebohkan dunia ini memang wajib ditangani secara serius, namun tidak dengan kepanikan yang berlebih. Pasalnya, hal ini menyangkut keselamatan jiwa sesorang. Pemerintah tak hanya menekankan segala kemampuan untuk meminimalisir angka penyebaran tersebut. Namun Pemerintah juga harus mengambil langkah tegas untuk mendorong upaya preventif dalam mengedukasi masyarakat.

Di Indonesia sendiri sudah menerapakan kebijakan dengan adanya sistem lockdown seperti kebanyakan negara lain. Lokdown dirasa ampuh untuk menahan laju penyebaran Virus Corona. Dengan adanya lockdown ini, masyarakat harus berdiam diri di rumah, instansi-instansi ditutup, tempat ibadah ditutup. Hal ini membuat virus tidak akan mudah menempel dari satu orang ke orang lainnya.

Namun, dengan adanya sistem lockdown ini, tentu sangat berdampak besar jika dilihat dari berbagai aspek yang menyebabkan keresahan masyarakat.

Dalam aspek Perekonomian, banyak dijumpai mall-mall, toko-toko, tempat wisata, dan cafe-cafe yang ditutup dan dilarang beroperasi sampai kondisinya membaik. Banyak para pekerja sektor informal yang mengeluh akan pendapatan mereka yang terus berkurang setiap harinya. Contohnya saja para pedagang mie ayam, bakso, dan sebaginya yang mengaku dagangannya sepi dan harus terus berjualan diluar rumah karena itu merupakan sumber penghasilan mereka.

Contoh lainnya, para pengemudi ojek online yang pendapatannya tergantung dari ramai atau tidaknya jumlah pengguna yang memakai jasanya. Banyak diantara mereka yang kendaraannya masih kredit. Dengan adanya sistem lockdown ini, maka mereka akan kesusahan untuk memenuhi kewajiban membayar kredit tersebut. Mereka akan kehilangan pendapatannya.

Lantas, bagaimana kabar mereka si pekerja sektor informal ini? Berapa lama mereka akan bertahan dengan sitem lockdown ini? Jika hal ini tak segera diatasi, maka dunia akan terjatuh dalam jurang resesi. Dalam hal ini, Pemerintah sudah berencana untuk menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat menengah kebawah yang bekerja di sektor informal.

Disamping itu, Pemerintah juga harus menghitung berapa jumlah pekerja sektor informal dengan upah yang minimum. Penulis berharap bantuan yang diberikan oleh Pemerintah dapat dinikmati secara merata oleh semua kalangan penerima upah minimum.

Dalam aspek pendidikan, pelajar tidak dapat melaksanakan proses pembelajaran di sekolah. Mereka terpaksa harus belajar di rumah dengan metode jarak jauh dan menggunakan media altrenatif tertentu. UNESCO mengatakan penerapan penutupan sekolah hingga saat ini mencakup 102 negara dengan total 850 juta siswa dari pra-sekolah hingga universitas.

Hingga saat ini, Indonesia pun juga menerapakan kebijakan kegiatan belajar di rumah dengan menggunakan media platform yang telah disediakan seperti Ruang Guru, Zenius, Quipper, Google Classroom, dan lain sebagainya. Atau bisa juga guru membuat sebuah Group WhatsApp kemudian memberi tugas lewat Group tersebut yang kemudian dikonsumsi oleh pelajar.

Tidak hanya terfokus pada dampak Virus Corona, kita juga harus memperhatikan pejuang-pejuang kemanusiaan, yaitu para petugas tenaga medis. Para petugas tenaga medis merupakan orang pertama yang harus dilindungi mengingat mereka berada di garda terdepan dan paling beresiko terpapar penyakit dari pasien Virus Corona. Dalam hal ini, Pemerintah perlu mengapresiasi kinerja para petugas medis.

Contohnya adalah dengan menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan standarisasi. Selain itu, bisa juga dengan memberikan jaminan asuransi kesehatan secara maksimal kepada para tenaga medis yang sudah menjadi relawan dalam penangan Virus Corona ini.

Kedepannya, Pemerintah harus lebih memeperbanyak akses terhadap pelayanan kesehatan dan menambah jumlah tenaga medis di Indonesia mengingat minimnya tenaga medis di Indonesia sehingga para tenaga medis mengaku kewalahan tangani pasien Corona. Pemerintah harus siap dalam menghadapi masalah-masalah yang datang untuk kedepannya.

Sudah saatnya kita bersama-sama melawan Virus Corona. Mari bersama-sama mematuhi aturan Pemerintah untuk tetap berada dirumah, selalu jaga jarak, tidak kontak fisik dengan seseorang, selalu terapkan pola hidup bersih dan sehat, selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Tunjukkan pada dunia bahwa kita mampu mengalahkan Virus Corona tersebut. Mari kita bersama-sama meminimalisir angka-angka penyebaran Virus Corona, dengan didasari rasa percaya diri dan selalu meningkatkan kewaspadaan diri namun tidak ketakutan yang berlebihan. Mari berpikir positif dalam menghadapi masalah ini.
Semoga bumiku segera pulih, kembali.

Penulis : Finki Iqbaliani (Mahasiswi Fakultas Hukum18-UMM)
×
Berita Terbaru Update