Notification

×

Iklan

Iklan

Pemdes Pai Diduga Menyalahgunakan ADD, Kompak Minta Audiensi

Minggu, 19 Januari 2020 | Januari 19, 2020 WIB Last Updated 2020-01-19T15:46:36Z
Foto: Pengurus Kompak
Indikatorntb.com - Diduga menyalahgunakan Anggaran Dana Desa (ADD) selama 3 tahun, Komunitas Mahasiswa Pai Kreatif (KOMPAK) akan melakukan audiensi bersama Pemerintah Desa Pai, Minggu (19/01/20).

Rencananya kegiatan audiensi tersebut akan dilaksanakan pada hari Senin 20 Januari 2020 besok, di kantor Pemerintah Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.

Koordinator kegiatan audiensi, Hermansyah mengatakan bahwa, mahasiswa ingin meminta transparansi penggunaan ADD tahun 2017 hingga tahun 2019 lalu.

"Kami akan melakukan audiensi Terkait transparansi Anggaran dari 2017 sampai dengan 2019, karena melihat dari fisik dan faktanya," Jelasnya.

Menurut Hermansyah, harusnya ADD yang hampir mencapai angka 4 Miliar terhitung sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 mampu membangun dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat desa. Namun, dilihat dari program dan pembangunan fisik justru memprihatinkan.


"Kita Bisa melihat. Masyarakat Pai bisa melihat dengan matanya terkait denga uang yang hampir 4 Miliar dari 2017 sampai 2019 sudah bisa mensejahterakan masyarakat Pai," Tuturnya.

Selain itu, Hetmansyah bersama teman-temannya juga menyorot anggaran BUMDes yang dianggap mubazir atau sia-sia.

"Dari anggaran BUMDes yang hanya membuang-buang ADD," Tambahnya.

Parahnya lagi, Pemerintah Desa Pai juga diduga melakukan manipulasi data melalui dalam LPJ. Menurut hasil temuan Hermansyah dan teman-temanya, Pemerintah Desa Pai mencantumkan jumlah Kepala Dusun dalam LPJ sebanyak 7 orang, sementara kenyataannya Kepala Dusun hanya 4 orang.

"Dugaan Manipulasi data terkait LPJ yang di cantumkan. Data temuan kami adalah, manipulasi jumlah kepala dusun yang hanya empat orang namun dalam LPJ kami dapati Tujuh orang," Tutupnya.

Yamin/Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update