Notification

×

Iklan

Iklan

Media Sosial : Menyuburkan Free Sex dan Penjahat Kelamin

Minggu, 26 Januari 2020 | Januari 26, 2020 WIB Last Updated 2020-01-26T03:46:49Z

Hampir semua orang saat ini memiliki sosial media, tidak hanya satu atau dua, melainkan lebih dari itu. Dalam satu jenis media sosial saja terkadang masyarakat memiliki lebih dari satu akun.

Media sosial memiliki manfaat yang cukup banyak, membantu hamir pada seluruh aktivitas ataupun dalam menyelesaikan pekerjaan. Karena dapat menjangkau koneksi ke seluruh dunia untuk mempertemukan orang dan mencari berbagai informasi, serta masih banyak lagi manfaat lainnya yang belum di sebutkan.

Media sosial yang paling sering di gunakan oleh kaum millenial adalah jenis media sosial Twitter, Instagram, Facebook, Whatsup, Telegram, dan lain sebagainya. Beberapa diantara ini adalah yang paling tinggi penggunaannya di indonesia. Salah satunya adalah media sosial Twitter, yang sering menjadi sumber viralnya suatu berita atau cuitan-cuitan yang di sampaikan oleh para peilik akunnya.

Tidak hanya memberikan dampak positif saja yang dapat kita nikmati, namun ternyata kemudahan mengakses dunia maya ini membuat sebagian orang menjadikannya sebagai aksi kejahatan. Sehingga hal ini menjadi bagian dari dampak negatif penggunaan kecanggihan teknologi terkini.

Beberapa sempat di beritakan oleh berbagai media, terkait kenakalan remaja di berbagai wilayah Indonesia. Dari aksi tawuran hingga ke pemberitaan terkait meningkatnya angka pergaulan bebas remaja.

Meningkatnya kasus kenakalan remaja akhir-akhir ini dapat kita lihat dari berbagai media online, tv maupun surat kabar. Komnas Perlindungan Anak (KPAI) berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan melakukan survei di berbagai kota besar di Indonesia menyatakan sebuah data, 62,7% remaja Indonesia melakukan hubungan seks di luar nikah pada tahun 2018, yang setiap tahunnya terus meningkat. Ya, tepatlah bila dikatakan Indonesia memasuki masa darurat seks bebas.

Seperti yang di lansir oleh kompas.com akhir desember lalu, sebanyak 101 anak di kota Surabaya terlibat kenakalan remaja yang di pengaruhi oleh media sosial. Maka pergaulan bebas yang di akibatkan oleh penggunaan media sosial juga cukup tinggi.

Lalu baru-baru ini wilayah Malang dan sekitarnya dihebohkan oleh viralnya cuitan seorang remaja di akun media sosial Twitter, yang di ekspose oleh malangpostonline.com pada 20 Januari 2020 beberapa hari lalu. Mengisahkan bagaimana terjadinya pergaulan bebas yang terjadi dikalangan remaja saat ini.

Pada pemberitaan tersebut mengungkapkan bahwa media sosial Twitter di manfaatkan oleh seorang mahasiwa untuk di jadikan sebagai alat pencari mangsa atau alat mencari sasaran korban untuk di jadikan pemuas nafsu bejatnya. Ia menyasar siswi SMA, lantaran gaya hidup remaja SMA yang cenderung bebas dan seks bebas sudah tidak menjadi hal yang tabu di tengah-tengah gaya bergaul mereka.

Bahkan seks di luar nikah pada remaja SMA yang berpacaran adalah hal yang biasa. Hal ini menjadi kesempatan besar bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Korban akibat aksinya pun tidak hanya satu atau dua orang saja namun tidak kurang dari 11 orang. Modusnyapun sama, berawal dari Direct Messages (DM) kenalan lalu di ajak bertemu pada tempat nongrong, dan komunikasinya terus terjalin hingga waktunya mereka di rbut kehormatannya.

Minimnya reaksi pemerintah untuk menindak lanjut kasus seks bebas membuat hal semacam ini terus berlangsung hingga kini. Harusnya pemerintah berperan aktif dalam menangani berbagai kasus dan permasalahan masyarakat, agar kasus serupa tidak terus berulang. Mencarikan solusi hingga menguak akar permasalahan dari terus meningkatnya kasus kriminal dan asusila di tengah-tengah remaja saat ini.

Bukan berhenti di situ saja pemerintah juga memiliki tanggung jawab atas kondisi generasi masa depan yang yang akan meneruskan estafet kepemimpinan berikutnya, dengan memberikan peran aktif dalam pembinaan dan pendidikannya. Seperti menjadikan agama (Allah) sebagai landasan setiap melakukan aktivitasnya.

Islam telah memberikan solusi kongkret atas segala aspek permasalahan kehidupan masyarakat, memberikan jalan keluar yang tepat dan tidak menimbulkan masalah baru.

Sepertinya halnya pacaran, telah di jelaskan pada Al-Qur’an sebagai salah satu pedoman umat islam, pertama “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al Isra’ [17] : 32). Pada ayat ini Allah SWT telah melarang mendekati zina dan zinanya itu sendiri.

Menurut Imam Ibnu Katsir yang dimaksud mendekati zina adalah segala ‘aktivitas yang menjadi sebab’ atau ‘pendorong terjadinya zina’. (asbab wa dawa’I azzina). (Tafsir Ibnu Katsir, Juz III, hlm. 503).

Kedua, adanya hadits yang mengharamkan segala bentuk percumbuan seperti berciuman walaupun tidak sampai berzina. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi (hadits no 5113), bahwa seorang laki-laki telah mencium seorang perempuan tapi tidak sampai berzina, kemudian dia menghadap Nabi SAW. maka Nabi SAW pun mengajak laki-laki itu untuk shalat guna menghapus dosanya.

Kemudian turunlah firman Allah SWT QS Huud ayat 114 (yang artinya), “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (Syeikh Wahbah Zuhaili, At Tafsir Al Munir, Juz XII, hlm 179).

Ketiga, terdapat dalil-dalil hadits yang mengharamkan khalwat, yakni berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan di tempat sepi. Sabda Nabi SAW, “Janganlah sekali-kali seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang perempuan, kecuali perempuan itu disertai mahramnya.” (HR. Bukhari no 4935; Muslim no 1341).

Keempat, terdapat dalil-dalil hadits yang mengharamkan ikhtilath, yaitu campur baur laki-laki danperempuan tanpa hajat syar’i, seperti makan berdua di restoran, jalan-jalan berdua di mall, dsb.

Hadits-hadits Nabi SAW menunjukkan bahwa komunitas laki-laki dan perempuan wajib terpisah (infishal) dan haram hukumnya campur baur (ikhtilath) antara laki-laki dan perempuan kecuali ada hajat syar’i, seperti saat thawaf di sekeliling Ka’bah, atau saat berjual-beli, dsb.

Dalilnya antara lain bahwa Nabi SAW yang telah memerintahkan para wanita untuk keluar masjid lebih dulu setelah selesai shalat di masjid, baru kemudian para laki-laki. (HR. Bukhari no 828).

Nabi SAW juga telah memisahkan jamaah pria dan jamaah wanita di masjid ketika shalat jamaah, yaitu shaf-shaf pria berada di depan, sedangkan shaf-shaf wanita berada di belakang shaf-shaf pria. (HR. Bukhari no 373).

Ustad Shiddiq Al-Jawi Penjelasan tersebut adalah bagian dari uraian terkait pacaran, dalam hal ini islam akan menjadikan masyarakatnya untuk terhindar dari perbuatan abnormal apapun itu. Selain untuk melindungi harkat dan martabat masyarakat, juga melindunginya dari kejadian yang tidak di inginkan di kemudia hari.

Tujuan aturan agama pun tidak lain hanya untuk kebaikan bagi kemaslahatan umat manusia, menghindarkan dari dampak negatif dan melindunginya.

Salah satu caranya menjadikan setiap aktivitas masyrakat senantiasa menghidupkan kehidupan Islam dalam setiap aspek kehidupannya, yaitu dalam aspek hablumminallah (aktivitas dirinya dengan Allah), hablumminafsih (aktivitas dirinya dengan dirinya sendiri) dan hablumminannas (aktivitas dirinya dengan manusia lain).

Menyadarkan bahwa setiap aktivitas yang di lakukan pasti akan di mintai pertanggung jawaban. Jika masyarakat atau remaja memahami hal ini, maka senantiasa dalam setiap aktivitasnya akan menjadikan syariat (agama) sebagai pedoman dan landasan dalam bertindak. Sehingga akan terhindar dari perbuatan pelanggaran norma bahkan yang dapat melanggar aturan agama.

Maka dari itu peran pemerintah sangatlah penting dalam membina dan mendidik generasi. Dimulai dari di terapkannya aturan islam pada seluruh aspek kehidupan, sehingga akan melahirkan generasa terbaik jauh dari tindakan abnormal.

Islam adalah agama yang syamil (meliputi segala sesuatu) dan kamil (sempurna). Sebagai agama yang syamil, Islam menjelaskan semua hal dan mengatur segala perkara: akidah, ibadah, akhlak, makanan, pakaian, mumamalah, ‘uqubat (sanksi hukum), dll.

Tak ada satu perkara pun yang luput dari pengaturan Islam. Hal ini Allah SWT tegaskan di dalam Al-Quran “Kami telah menurunkan kepada kamu al-Quran sebagai penjelas segala sesuatu” (QS an-Nahl 16: 89). Islam sekaligus merupakan agama yang kâmil (sempurna), yang tidak sedikit pun memiliki kekurangan.

Allah SWT tegaskan dalam firman-Nya “Pada hari ini Aku telah menyempurnakan untuk kalian agama kalian (Islam), telah melengkapi atas kalian nikmat-Ku dan telah meridhai Islam sebagai agama bagi kalian” (QS Al-Maidah 5:3).

Totalitas dan kesempurnaan Islam tentu tidak akan tampak kecuali jika kaum Muslim mengamalkan Islam secara kaffah (total) dalam seluruh segi kehidupan. Inilah yang Allah SWT perintahkan secara tegas dalam al-Quran “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian”. (QS Al-Baqarah 2:208).

Wallhu’alam...


By : Siti Nurazizah Apriathun
(Aktivis Mahasiswa UMM / Aktivis Orda Bima).
×
Berita Terbaru Update