Notification

×

Iklan

Iklan

Imam Syahroni, Pesilat Asal Bima Sukses Sabet Medali Emas

Sabtu, 04 Januari 2020 | 21.39.00 WIB
Foto: Imam Syahroni usai menerima penghargaan
Indikatorbima.com- Prestasi membanggakan diraih oleh salah satu atlet pencak silat asal Bima, Imam Syahroni. Ia berhasil membawa pulang medali emas setelah mengalahkan lawan-lawannya.

Prestasi itu diraihnya pada tingkat dewasa dalam turnamen nasional pencak silat “Unismuh 1'st Championship Pencak Silat Open 2019” yang berlangsung di Gedung Balsid Kampus Unismuh Makassar dari tanggal 23–30 Desember 2019.

Turnamen ini diikuti oleh 1.367 orang atlet perwakilan dari tingkatan SD, SMP, SMA, dan mahasiswa, serta perguruan pencak silat se-Indonesia yang dipertandingkan pada 4 jenjang, yakni di jenjang usia dini, remaja, pra-remaja, dan dewasa. Imam Syahroni, adalah salah satu dari 12 atlet yang tergabung dalam kontingen Bantaran Angin Bima.

Dihubungi setelah penerimaan medali, Syahroni-panggilan akrabnya-merasa senang dan bangga. Ia juga mengatakan, bahwa perjuangan dan pengorbanan yang dilakukannnya tidak sia-sia.

"Tentunya sangat bahagia dan terharu sekali, mengingat perjuangan serta pengorbanan kami yang cukup berat untuk mencapai keberhasilan di ajang yang cukup bergengsi ini membuahkan hasil," ungkapnya pada salah satu jurnalis Indikator Bima.

Pria asal Desa Lambu ini juga mengatakan, bahwa teamnya sempat mengalami kendala pendanaan. Ia pun berharap ke depannya, semoga pemerintah setempat dan pemerintah terkait bisa melihat dan memberikan dukungan moral maupun materi untuk mereka yang berangkat membawa nama baik daerah.

"Kami berjuang membawa nama baik tanah kelahiran. Oleh karena itu, kami sangat berharap kepada pemerintah agar ke depannya bisa membagi perhatiannya pada kami para atlet silat, bukan hanya fokus pada satu cabang olahraga tertentu saja," ucapnya.

Ia juga mengatakan, bahwa ke depannya ia dan teamnya akan lebih mempersiapkan diri lagi untuk meraih prestasi yang membanggakan pada ajang bergengsi berikutnya.

"Kami berangkat dengan 12 orang atlet, yang bertahan sampai final hanya saya. Semoga di ajang berikutnya, kalau bisa semua atlet bisa membawa pulang medali," harapnya.

Sementara itu, Irawan selaku manager team turut bangga dengan capaian team yang dibawanya. Ia mengatakan, bahwa sebagian besar atlet yang diturunkannya merupakan atlet-atlet baru.

"Saya merasa bangga, karena dari 12 atlet yang diturunkan, sebagian besarnya baru kali ini masuk gelanggang, sehingga wajar saja kalau banyak yang belum sampai di final. Saya harap setelah dari sini, ke depannya mereka semakin rajin berlatih untuk persiapan pada kejuaraan berikutnya," tutupnya.

Reporter: Fahrurozi
Editot     : Nuni Qalbi
×
Berita Terbaru Update