Notification

×

Iklan

Iklan

DPRD: Predikat Mpongi, Mpongo, Mpinga

Minggu, 19 Januari 2020 | Januari 19, 2020 WIB Last Updated 2020-01-19T06:13:32Z
Foto: Penulis
Urusan Rakyat adalah urusan DPRD, bukan sebaliknya setelah menjadi anggota DPRD anda melupakan rakyat "ini namanya ingkar janji" berbagai persoalan yang muncul di masyarakat DPRD selalu defensif tidak ada respon progresif atau Counter Attact dalam merespon berbagai kritikan Publik " lagi- lagi soal rakyat.

DPRD hanya berada di zona nyaman, duduk manis dikursi empuk sambil melihat dimanakah dalam mata anggaran (RAPBD) yang bisa digunakan untuk mendapatkan proyek. Anda semua berjumlah 45 orang anggota Dewan terhormat tidak ada keberanian dalam bersikap kritis atas ketidakberesan jalanya pemerintahan, sehingga predikat yang cocok untuk anda semua tiga M, yaitu Mpongi, Mpongo, Mpinga (Bisu, Ompong, Budek).

Mpongi: bungkam, tidak ada suara kritis sebagai bukti anda menjalankan tugas dan fungsi dewan (Legislasi, Budgeting dan Pengawasan) Hampir ketiga fungsi anda menurut UU sangat minim anda jalankan.

Soal tugas, wewenang dan hak: anda telah digaji oleh rakyat untuk menjalankan tugas dengan baik, salah satunya andalah yang membentuk PERDA itu?. Kemudian anda membahas, memberikan pendapat? Dalam kaitan dengan ini dimanakah letak keberpihakan anda? Mohon dipublikasikan Berapa Produk Legislasi yang anda Hasilkan selama ini? Dimanakah posisi anda ketika persoalan harga komoditi pertanian, garam, kelangkaan pupuk, Obat-obatan hama, yang menjerat para petani. Adakah produk PERDA yang anda buat soal pertanian ini?

Mpongo: Anggota Dewan jangan menjadi macan ompong, tidak punya gigi untuk mematahkan tulang yang keras, anda lembek, tidak energik, lesu, padahal Vitamin dan susu yang anda minum untuk memompa energi melebihi takaran! Mengapa anda tidak berani menjadi oposisi kritis di Pemerintahan.

Mpinga: Persoalan masyarakat kita tidak pernah anda dengar, rakyat memblokir jalan, rakyat menjerit soal Pupuk, Garam, Hutan Gundul, Narkoba, sekolah yang rusak, gaji guru Honore yang rendah? Apa konstruksi konsep yang anda tawarkan kepada Bupati dalam menyelesaiakan persoalan Ini, lagi- lagi dimana positioning anda? Anda absen soal rakyat, tetapi anda razin soal kompensasi?

Mana Policy Brief anda ke Publik dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, seolah-olah fungsi anda menurut aturan berbeda antara seharusnya dengan kenyataan: Apa Policy Brief anda terkait format PILKADA? sudah Ada aturan yang mengatur? KPU, Bawaslu dan lain-lain! Anda harus cermat dan peka bahwa proses Pilkada harus dipastikan berkualitas sesuai marwah demokrasi. Jangan sampai terulang cara kotor seperti judi dan Money Politik dalam Pilkades beberapa bulan yang lalu terulang kembali dalam Pilkada? Ketika masalah Pilkades kemarin diluar etika dan kepatutan DPRD Semuanya MPONGI, MPONGO dan MPINGA (Maaf Ini bahasa Bima yang perlu dilestarikan).

Anda jangan marah saya kritik, karena itu hak rakyat untuk menagih janji saudara pada saat inilah kami sedang menguji Integritas anda.

Penulis: Ikhwan Sirajuddin
×
Berita Terbaru Update