Notification

×

Iklan

Iklan

Program Bedah Rumah di Sangiang Diduga Bermasalah

Rabu, 18 Desember 2019 | 13.15.00 WIB
Foto: Salah satu rumah penerima manfaat yang sudah di rehabilitasi
Indikatorntb.com - Pelaksanaan program Rehabilitiasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) atau bedah rumah di Desa Sangiang di duga bermasalah, baik dari sisi pengerjaan maupun penggunaan anggaran, Rabu (18/12/19).

Sebanyak 20 unit rumah kepala keluarga penerima manfaat program bedah rumah direhabilitasi. Menurut pengakuan Fahni, sekertaris kelompok penerima manfaat, masing-masing rumah yang direhablitiasi mendapatkan kucuran dana sebesar 10 juta rupiah.

Hal itu menurut Furkan, salah satu pemuda desa Sangiang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Permensos No. 20 tahun 2017 tentang rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni dan sarana prasarana lingkungan yang mengatakan besaran bantuan sosial rutilahu paling sedikit 15 juta rupiah.

"Harusnya kan paling sedikit 15 juta rupiah perrumah. Tapi kita masih menyelidiki kebenarannya," Ungkapnya.

Selain persoalan dugaan pengurangan anggaran bantuan, Furkan juga menyorot proses rehablitiasi rumah para penerima manfaat. Ia mengaku telah menerima laporan dari beberapa masyarakat. Bahkan sudah berupaya menanyakan kebenaran informasi itu kepada ketua kelompok, namun tak ada jawaban untuk itu.

"Beberapa informasi kita terima, bahwa tidak hanya anggaran tapi juga pengerjaannya. Kami juga sudah berupaya untuk tabayun kepada ketua kelompok, tapi belum ada jawaban," Tuturnya.

Namun demikian, ketua umum Komunitas Indikator Bima ini tetap berfikir positif. Ia bahkan berencana untuk menemui pengurus kelompok dan seluruh peserta bedah rumah untuk menanyakan kebenarannya. Selain itu, Furkan juga sudah berkoordinasi dengan BPD setempat untuk menfasilitasi pertemuan tersebut.

"Tetap kita lakukan upaya dialog, duduk bersama pihak-pihak terkait untuk mencari benang merahnya," Paparnya.

"Semisal benar ada pengurangan anggaran nanti kita cari tahu anggaran dikemanakan, masuk ke kantong siapa saja, atau pengerjaannya tidak sesuai dengan RAB ya kita tanya juga. Minimal kita tahu kenapa itu bisa terjadi," Tambahnya.

Sementara itu, ketua kelompok penerima manfaat saat dihubungi oleh media ini melalui WhatsApp hingga saat ini belum juga di jawab.

Untuk diketahui, Permensos No. 20 tahun 2017 tentang rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni dan sarana prasarana lingkungan Pasal 17 ayat (1) mengatakan bahwa, Bantuan Sosial Rehabilitasi Sosial Rutilahu paling sedikit
Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) perrumah.

Tim Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update