Notification

×

Iklan

Iklan

Kekacauan SEA Games 2019 di Filipina

Jumat, 06 Desember 2019 | Desember 06, 2019 WIB Last Updated 2019-12-06T01:45:45Z
Foto: Penulis
SEA Games ke 30 awalnya direncanakan akan dilaksanakan di Brunei Darussalam, namun tidak mendapatkan izin dari pemerintah karena negara Brunei Darussalam belum siap dalam fasilitas olahraga dan akomodasi hingga persiapan atlit. Namun akhirnya SEA Games ke 30 ini diambil alih oleh Filipina.

Acara tahunan pesta olahraga terbesar se Asia Tenggara ini banyak mendapat kritikan karena banyaknya terjadi masalah dan juga kurang nya persiapan untuk penyelenggaraan SEA Games yang resmi di buka pada Sabtu, 30 November 2019 Presiden Filipina Rodrigo Duterte, sempat marah karena buruknya persiapan dalam SEA Games 2019 di Filipina. Duterte berfikir salah satu penyebab nya adalah korupsi.

Terkait hal paling sederhana saja seperti pengurusan ID wartawan. panitia gagal menjadi fasilitator yang baik, panitia kurang responsif terhadap keluhan wartawan yang mengurus proses akreditasi.

Seluruh ID peliputan sudah tercetak, namun ID tersebut hanya diletakkan di ruang media tanpa di urutkan berdasarkan abjad nama wartawan. akibatnya, awak media yang mengambil akreditasi peliputan harus membuang waktu lebih lama untuk menemukan ID nya masing masing.

Keluhan terhadap kinerja panitia bukan Cuma muncul dari kalangan media. Tamu dari berbagai negara, khususnya para atlit mengalami hal lebih parah. Beberapa hari yang lalu, Financial Times melaporkan bahwa pada Kamis (28/11/2019) para atlet yang seharusnya berlaga tidak mendapatkan pelayanan yang layak.

Mereka tidak mendapatkan tempat penginapan yang layak sehingga harus tidur di lantai sebuah gedung bersama atlet lainnya. Lalu, ada timnas Thailand yang mengeluhkan makanan yang mereka dapat, menu yang disediakan panitia tersebut tak memenuhi asupan nutrisi yang sepantasnya di dapat oleh para pemain.

Pengalaman buruk pun juga dirasakan oleh timnas Myanmar, tim ini sempat terhambat karena bus yang mendampingi mereka tidak memiliki ruang yang cukup untuk menampung pemain. Lain cerita dari kontingen Malaysia “ banyak stadion yang bahkan masih dalam tahap renovasi, termasuk Rizal Memorial Sports yang jadi lokasi laga perdana Harimau Malaya.” Ujar pelatih timnas Malaysia, Datuk Seri Subahan.

"President tidak senang dengan apa yang dia dengar tentang kekacauan di SEA Games 2019. Keluhan tentang keterlambatan, transportasi, check-in, makanan serta dugaan korupsi, termasuk bentuk inkompeten, dia ingin menyelidikinya," Kata Juru Bicara Kepresidenan Filipina, Salvador Penlo, dikutip dari CNN Filipina.

Dalam hal lain, Politikus saling lempar & dugaan korupsi. Menurut ketua PHISCGOC, Alan Peter Cayetano, persoalan ini tidak lepas dari kecerobohoan senat Filipina yang menggerser penganggaran SEA Games kepada komite olahraga Filipina. Hal itu berbuntut anggaran tiba tiba dipotong 33,3% hanya delapan bulan sebelum SEA Games dibuka. Panitia pun kaget karena pemangkasan tersebut. “anggaran sebelumnya mencapai 7,5 miliar peso, tapi senat mengkritiknya. Ingin rasanya akum emaki mereka, tapi tentu aku harus menurut pada senat,” sindir Cayetano.

Ketua senat Filipina, Franklin Drilion pun dengan tegas membalas sindiran tersebut dengan argumen lain, ia bersikukuh pemangkasan anggaran bukan masalah, masalah utamanya adalah kebijakan presiden Rodrigo Duterte dalam pengalokasikan dana.

Ketua olimipiade Filipina Abraham Tolentino membuat pernyataan kontroversial dalam sambutannya. di antara seluruh kekacauan yang terjadi sebelum SEA Games, "berkat support dari president rodrigo duterte, sekarang kami bisa membuka SEA Games terbesar dan terbaik yang ada dalam sejarah" kata Abraham yang langsung disambut tepuk tangan penonton.
benarkah demikian ?

Penulis: Muh. Aminullah (Mahasiswi Prodi Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang)
×
Berita Terbaru Update