Notification

×

Iklan

Iklan

Hasil Penelitian! BUMDes Sangiang Tidak Bermanfaat, Nelayan Terlantar

Sabtu, 09 November 2019 | November 09, 2019 WIB Last Updated 2019-11-09T12:40:52Z
Foto: Irdnsyah, S.Pd selaku peneliti 
Indikatorntb.com - Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sangiang sama sekali tidak bermanfaat, khususnya bagi para nelayan di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Hal itu terungkap melalui hasil penelitian ilmiah oleh salah satu pemuda setempat, Sabtu (09/11/19).

Irdanysah, S.Pd salah satu sarjana muda asal Desa Sangiang berhasil meraih gelar sarjana pada tanggal 02 November 2019 kemarin. Irdansyah dikukuhkan sebagai salah satu wisudawan jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universsitas Muhammadiyah Makassar dengan IPK. 3.64.

Gelar sarjana tersebut, berhasil diraih oleh Irdansyah setelah menyelesaikan tugas akhir atau skripsi yang berjudul "Rekonstruksi Sosial Ekonomi (Studi Bumdes Sebagai Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Desa Sangiang Kabupaten Bima". Irdansyah memilih BUMDes Sangiang sebagai objek penelitian dan berhasil mendapatkan nilai A.

Meski berhasil menyelesaikan studi dan mendapatkan gelar sarjananya, Irdansyah merasa prihatin dengan keadaan BUMDes Sangiang. Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian yang ia lakukan, BUMDes Sangiang sama sekali tidak dirasakan manfaatnya, khususnya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di Desa Sangiang. Padahal keberadaan BUMDes Sangiang sangat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan program-program pemberdayaan.

"Kecewa, Harusnya BUMDes hadir sebagai solusi masalah sosial ekonomi masyarakat nelayan. Tapi nyatanya tidak seperti tujuan dibentuknya BUMDes untuk kesejahteraan masyarakat Desa," Kata Irdansyah kepada media ini.

Jenis penelitian deskriptif dan analisis kualitatif dilakukan dengan cara observasi, wawancara, intisari dokumen dan pita rekaman tersebut, dilaksanakan pada bulan Juli 2019 lalu. Irdansyah telah mewawancarai beberapa pihak terkait, yaitu Kepala Desa Sangiang, Sekertaris Desa Sangiang, Ketua dan Bendahara BUMDes, serta beberapa nelayan setempat. Hasilnya, BUMDes Sangiang tidak memiliki satu program pun untuk pemberdayaan masyarakat nelayan di Desa Sangiang.

"Hasil penelitian juga didapatkan dalam acara Indikator Sangiang Club yang digelar oleh Komunitas Indikator Bima. Kegiatan tersebut membahas tuntas tentang BUMDes Sangiang," Terang Irdansyah.

Irdansyah dalam penelitiannya membuat kesimpulan yang terdiri dari dua point berikut:

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Sangiang Sangiang, maka dapat ditarik kesimpulan tentang “Rekonstruksi Sosial Ekonomi (Studi BUMDes Sebagai Pemberdayaan
Masyarakat Nelayan Desa Sangiang Kabupaten Bima)” adalah sebagai berikut :

A. Kesimpulan :

1. Bumdes dalam pemanfaatan usaha BUMDES pada masyarakat nelayan di Desa Sangiang belum membuahkan hasil dan menyentuh nelayan dan belum pernah mendapatkan atau merasakan
manfaat dari BUMDes itu sendiri bahkan unit-unit usaha yang dibuat oleh pengurus bumdes BUMDes Sangiang telah gagal dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Nelayan tidak pernah diberdayakan untuk peningkatan ekonomi desa. Buktinya sederhana, tidak ada satupun program
untuk mereka. Bahkan menurut masyarakat nelayan di Desa Sangiang mereka mengatakan bahwa selama ini sejak berdirinya BUMDes belum pernah ada sosialisasi pengurus BUMDes.

2. BUMDes dalam pelaksanaakan fungsi dan tugasnya sebagai lembaga pemberdayaan untuk masyarakat desa dengan berbagai program dan usaha untuk masyarakat nelayan desa sangiang belum menyentuh dan memberikan manfaatnya dalam pemberdayaan masyarakat nelayan yang kemudian diharapkan memberikan peningkatan SDM nelayan.

B. Saran :

1.Tahapan pertama yang bisa dilakukan adalah perencanaan. Perencanaan ini meliputi pembentukan organisasi, penentuan jenis usaha, pengaturan jalannya usaha.

2.Pihak desa harus mengamati aset desa yang dipandang bagus untuk usaha.

3.Tahapan ketiga adalah penataan jenis usaha. Tentunya tidak hanya satu jenis usaha yang bisa dimasuki. Ada beberapa jenis usaha yang perlu dikelola di bawahnya. Hal ini harus dikelola dengan baik supaya berjalan maksimal.

4.  Bagi pemerintah desa, pemeliharaan badan usaha yang telah dibuat wajib hukumnya. Pasalnya, dana desa yang telah dikeluarkan harusnya tidak dibiarkan begitu saja. Perlu pemeliharaan khusus. Baik itu menambah modal, sampai menjaga keamanannya.

5. Setiap jenis usaha wajib melakukan perhitungan usaha. Baik itu pengeluaran, sampai pemasukan. Dan ini butuh transparansi supaya bisa dilakukan evaluasi.

Irdansyah berharap, semoga hasil penelitiannya tersebut, dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi, saran, masukan dan kritikan kepada Pemerintah Desa Sangiang agar mau membuka matanya dalam melihat potensi BUMDes yang seharusnya mampu mengelola dan memberdayakan SDA maupun SDM yang ada di Desa Sangiang.

"Harapannya di evaluasi kembali program dan unit usahanya, agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. yang paling penting belajarlah melihat peluang dan mengelola modal usaha. Jangan asal bikin program," Harapnya,

Furkan/Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update