Notification

×

Iklan

Iklan

Misteri Kematian Mantan Mahasiswa STKIP Bima Asal Dompu, Penuh Tanda Tanya!

Selasa, 08 Oktober 2019 | Oktober 08, 2019 WIB Last Updated 2019-10-08T13:13:28Z
Foto: Hasil Penelusuran tentang riwayat sekolah Almarhum Rangga Sarif Hidyatullah di Website Resmi Forlap.Ristekdikti.go.id.
Indikatorntb.com - Rangga Sarif Hidayatullah (24) Mahasiswa Jurusan Biologi Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STKIP) Bima, asal Desa Ta'a, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu ini diberitakan bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon di sebuah gubuk kecil yang bertempat di dalam kebun milik orang tuanya, MInggu, 5 Oktober 2019 lalu. 

Tanpa bukti yang cukup, Rangga diduga bunuh diri, motifnya malu sama kelurga karena tak kunjung di wisuda. Pertanyaannya, benarkah Rangga bunuh diri atau di bunuh? Jika benar bunuh diri, apakah benar motifnya karena tak kunjung di widuda?

Menurut keterangan tetangga, sebelum peristiwa memilukan itu terjadi, Rangga sempat berpamitan kepada orang tuanya untuk kembali ke Kota Bima. Rangga pada saat itu berpakaian rapi sama sekali tidak menunjukan sikap yang mencurigakan. Bahkan Rangga sempat menghubungi orang tuanya, bahwa dirinya sudah sampai di Kota Bima.

"Korban berangkat membawa tas mengenakan sepatu dan dalam keadaan rapi, akan tetapi korban tidak ke Bima namun langsung ke kebun milik orang tuanya, di sanalah korban melakukan aksinya untuk bunuh diri," beber tetangga korban Muh Fadli warga desa setempat dilansir dari media Berita11.com.

Sementara di media online Detikntb.com, berdasarkan dari kerabat korban yang tidak disebutkan namanya, tak tanggung-tanggung mengatakan bahwa motif korban mengakhiri hidupnya karena telat wisuda.

“Korban melakukan bunuh diri karna  malu sama keluarga karena belum bisa Wisudah,” terang sumber yang tidak disebutkan namanya sebagaimana dilansir dari Detik.com.

Tanpa bukti yang cukup, Almarhum diduga benuh diri kemudian motifnya karena telat wisuda. Padahal tidak ada saksi mata yang melihat aksi bunuh diri Almarhum, atau keterangan resmi dari pihak kepolisian, minimal dari hasil olah TKP atau keterangan medis, akan tetapi langsung disimpulkan oleh tetangga dan kerabatnya, bahwa itu merupakan peristiwa bunuh diri bermotifkan telat wisuda. Berita tentang mahasiswa STKIP Bima asal Dompu itu pun menjadi viral. 

Secara medis, Salah satu cara untuk mengetahui sebab matinya seseorang adalah dengan cara di otopsi, apakah benar mati karena lilitan tali di leher atau ada penyebab lain. atau berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan pihak kepolisian berdasarkan bukti permulaan yang cukup. Sehingga yang berwewenang untuk membuat kesimpulan sementara terkait sebab dan motif meninggalnya Rangga harusnya berdasarkan keterangan pihak kepolisian atau pihak Rumah sakit. bukan dari tetangga atau kerabat korban.

Pertanyaannya, sedekat apa hubungan antara almarhum Rangga dengan tetangganya sehingga tetangganya berani memberikan keterangan tentang sebab dan morif meninggalnya almarhum, atau apakah Almarhum sebelum meninggal sempat memberitahukan kepada kerabatnya bahwa ia bunuh diri karena malu kepada keluarga gara-gara tak kunjung di wisuda? semuanya menjadi penuh tanda tanya.

Harusnya tetangga dan kerabat almarhum yang memberikan keterangan kepada media tersebut, diperiksa oleh pihak kepolisian tentang bagaimana cara mereka membuat kesimpulan seperti itu atau sekedar menanyakan mereka tahu darimana bahwa Rangga bunuh diri bermotifkan malu sama keluarga gara-gara telat di wisuda.

Belum lagi berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh tim Indikator NTB melalui situs Ristekdikti.go.id bahwa, status almarhum bukan lagi sebagai mahasiswa STKIP Bima, karena sudah putus sekolah sejak 1 Maret 2015 silam. Almarhum adalah mantan mahasiswa aktif semester ganjil/genap 2013. Sementara pada semester ganjil/genap 2014 Almarhum berstatus sebagai mahasiswa non-aktif, kemudian putus sekolah pada tahun 2015.

Jadi bagaimana mungkin Alamrhum bunuh diri dengan motif karena telat wisuda? padahal status almarhum bukan lagi mahasiswa STKIP Bima. 4 tahun setelah Almarhum putus sekolah baru bunuh diri? dan motifya karena telat widuda? Benar-benar tidak masuk akal. semacam ada yang janggal. Kasus ini dirasa sangat perlu untik ditelusuri lebih lanjut, supaya publik tidak disesatkan oleh informasi yang simpangsiur.

Pertama harus ada kesimpulan final tentang apakah benar Almarhum bunuh diri atau dibunuh? Kedua pihak kepolisian harus bisa mengungkap motif kematian Alamrhum, apakah benar karena telat wisuda atau ada masalah yang lain. Tentunya berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan pihak kepolisian. Publik benar-benar menunggu kepastian jawaban atas misteri meninggalnya Almarhum.

Furkan/Indikatorntb


×
Berita Terbaru Update