Notification

×

Iklan

Iklan

Teknologi Berbahaya, HMI dan Rektor IST AKPRIND Yogyakarta Sepakat Jaga Generasi

Selasa, 10 September 2019 | September 10, 2019 WIB Last Updated 2019-09-10T07:39:18Z
Foto: Usai berdiskusi Rektor IST AKPRIND bersama pengurus HMI Cabang Yogyakarta melakukan foto bersama.
HMI Cabang Yogyakarta Silaturahmi Dengan Rektor IST AKPRIND Yogyakarta Sepakati Jaga Generasi Umat Dari Bahaya Penggunaan Teknologi

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bidang Pemberdayaan Umat (PU) silaturahmi dengan Rektor Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta Bapak Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T. Sepakati jaga generasi umat dari bahaya penggunaan teknologi. Senin, (09/09/2019).

Disaat kampus-kampus lain melarang Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus masuk kampus, disaat itu pula Rektor IST AKPRIND Yogyakarta menerima organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus bersilaturahmi dan sharing-sharing soal ide gagasan demi kemajuan generasi, masyarakat, umat dan bangsa.

Silaturahmi yang dilakukan oleh Bidang Pemberdayaan Umat HMI Cabang Yogyakarta ini bermaksud untuk berdiskusi terkait generasi umat menggunakan teknologi industri, lebih khusus generasi umat yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain berdiskusi dan sharing-sharing pengetahuan dibidang keummatan dan teknologi industri, juga HMI meminta tanggapan dari Bapak Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T selaku Rektor Kampus Teknologi Industri terkait bagaimana dampak buruk dari penyalahgunaan teknologi industri dan solusi untuk menangani perkembanganya.

Selain itu, silaturahmi ini untuk menyambut momentum kegiatan _Focus Group Discussion_ (FGD) Bidang Pemberdayaan Umat HMI Cabang Yogyakarta dengan tema menjaga generasi umat dari ancaman bahaya demografi yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2019 nanti.

Silaturahmi HMI juga didampingi langsung oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta, Andrico Talla, pendampingan ini sebagai bentuk penyambutan kepada rekan-rekan HMI Cabang Yogyakarta yang berkenaan meluangkan waktunya untuk bertukar pikiran dengan pihak kampus tercinta.

Menurut Rico, kegiatan silaturahmi seperti ini seharusnya terus dilakukan antara mahasiswa dalam hal ini organisasi intra kampus dan pihak intitusi maupun organisasi ekstra, karena dengan bersilaturahmi kita dapat saling menukar pikiran, menukar pengetahuan, menukar ide serta gagasan dan bahkan bisa menemukan masalah baru sehingga melahirkan solusi, untuk teman-teman HMI semoga tetap menjadi pelopor pemahaman dari sudut pandang keagamaan, semoga HMI tetap menjadi tombak untuk menekan ketidakadilan, semoga HMI bisa membantu menyelesaikan apa yang sedang dihadapi umat.

Kemudian untuk Pak Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T sebagai Rektor, semoga dapat segera mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh kampus kita, dan sebagai seorang intelektual senior semoga dapat terus berbagi sudut pandang dengan para intelektual mudanya. Lanjut Rico.

Rektor Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta menyambut baik kehadiran teman-teman HMI Cabang Yogyakarta, pertemuan dibuka oleh Ketua Bidang Pemberdayaan Umat yaitu Muhmmad Akhir, diawali dengan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Institusi atas berkenaanya menerima silaturahmi dari HMI, kemudian dilanjutkan berdiskusi, tanya jawab, hingga meminta argumentasi Bapak Rektor terkait teknologi industri saat ini yang sedang berkembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Bapak Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T. Bahwa perkembangan teknologi semakin hari semakin luar biasa kencangnya, kalau kita ukur tidak mudah kita mengukur perkembangan teknologi hari ini, baik teknologi informasi ataupun teknologi industri lainya.

Generasi yang merupakan pelopor penggerak dari keberlangsunganya perkembangan jaman, seharusnya menjadi garda terdepan untuk membicarakan persoalan demikian, selain untuk mengikuti perkembanganya, juga diharapkan generasi umat untuk dapat mengantisipasi bahaya dari dampak teknologi tersebut. Bahaya teknologi sebenarnya bisa diantisipasi dengan generasi disibukan dengan belajar agama, tugas manual tulisan tangan, hafalan-hafalan keagamaan, kegiatan-kegiatan keagamaan lainya yang meningkatkan kualitas iman mereka.

Lanjunya, sebenarnya generasi juga memiliki potensi yang besar dalam hal meluangkan ide dan gagasanya, contohnya mahasiswa-mahasiswi diberbagai kampus teknologi industri selalu mendapatkan juara dalam perlombaan mobil listrik, robotika, dan teknologi industri lainya, mereka tidak kalah jago dengan generasi luar negeri, mereka mampu menjuarai setiap momen perlombaan teknologi industri dari hasil riset mereka. Namun pertanyaanya adalah setelah mereka selesai lomba dan melakukan riset terkait teknologi industri mau dikemanakan hasil dari riset mahasiswa tersebut? Kita tidak taukan mau dikemanakan, ucap Pak Amir sambil tersenyum, itu semua karena kebijakan politik.

Pak Amir sedikit menyinggung persoalan kebijakan politik kepemerintahan, diskusi semakin menarik bahwa tidak hanya pihak mahasiswa yang memiliki keresahan dari kebijakan politik pemerintah, juga pihak Institusi memiliki kerisauan terkait anak-anak mereka setelah penelitian, melakukan riset, dan lulus nanti akan dikemanakan.

Beliau melanjutkan, kebijakan politik itu membatasi keahlian generasi kita, hingga mereka bingung setelah mereka lulus dan melakukan riset, mereka mau ngapain? pasalnya semua itu tergantung kebijakan pemerintah lagi. Kalau pemerintah tidak menghiraukan soal itu, maka semuanya sama saja bohong, kasian anak-anak kita yang sudah cape-cape melakukan penelitian, tapi tidak disuport. Contohnya seperti Esemka misalnya yang lagi diperbincangkan sama publik sekarang, pro kontra terjadi dimana-mana, karena esemka sudah lama diperbincangkan dan itu merupakan salah satu hasil riset generasi kita sendiri, tapi sampai hari ini belum dilihat hasil baik dari upaya penerapan keilmuan generasi kita.

Pak Amir sangat responsif dan mawas diri bercerita dan memberikan ide gagasanya kepada teman-teman HMI, hal itu ditandai dengan kecerian dan seyum sapa saat mereka berdiskusi.

Terakhir Pak Amir menyampaikan harapanya kepada HMI, semoga HMI menjaga generasi umat sebagai generasi yang memiliki totalitas penuh dalam hal belajar keagamaan, mencintai agamanya, dan menjaga agamanya dari hinaan dan fitnah-fitnah dunia. Pak Amir mengajak kader HMI untuk menjaga generasi, mari jaga generasi kita untuk selalu mengutamakan pengetahuan keagaaman maupun teknologi dan industri, sehingga semangat mereka tidak pupus pada satu tendesi, misalnya karena gagal dalam bidang teknologi industri, mereka selesai begitu saja, padahal mereka bisa mengeksplor keahlian mereka dibidang yang lain.

Terakhir ucapan terimakasih juga disampaikan oleh Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Muhammad Afraval Saiphedra. Terimakasih kepada Bapak Rektor yang berkenan menerima kami berkunjung untuk bersilaturahmi, semoga kedepan kami tetap bisa bersilaturahmi dengan bapak dalam hal menjaga ukhwa islamiyah, semoga apa yang bapak sharing kepada kami dapat bermanfaat buat kami kedepan terkhusus untuk seluruh kader HMI se Cabang Yogyakarta.

Silaturahmi diakhiri dengan foto bersama Rektor, Pengurus HMI Cabang Yogyakarta, dan Ketua BEM IST AKPRIND Yogyakarta.

Turut hadir, Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta (Muh. Afraval S), Ketua Bidang PU Cabang (Muh. Akhir), Ketua Bidang PTKP Cabang (Tegar Elrumi Pratama Bey), Sekbid Sospol Cabang (Teddy Wahyudin S), dan (Juhruf) Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Penulis: M. Akhier
×
Berita Terbaru Update