Notification

×

Iklan

Iklan

Dipecat Secara Tidak Hormat, Misdah Akan Laporkan PD BPR Cab. Dompu

Kamis, 05 September 2019 | September 05, 2019 WIB Last Updated 2019-09-05T00:36:48Z
Foto: Ilustrasi (Lampungrilis.id).
Indikatorntb.com - Tidak terima dengan pemberhentian secara tidak hormat, Misdah berencana melaporkan direksi PD BPR cabang Dompu kepada beberapa lembaga terkait, seperti Ombusman Provinsi NTB, OJK, Disnakertrans, bahkan akan melayangkan gugatan kepada PHI, Kamis (05/09/19).

Misdah merupakan pegawai tetap dengan jabatan Kasi Dana dan Kas PD BPR yang sudah bekerja hampir 20 tahun pada kantor Cabang Soriutu.

Kasus pemberhentian secara tidak hormat tersebut, berawal saat dirinya meminjam uang nasabah sebanyak 140 juta untuk kebutuhan kelurga yang saat itu sangat mendesak dengan catatan akan dikembalikan dalam tempo seminggu. Bahkan peminjaman uang yang dilakukannya sudah diberitahukan kepada Staf dana PD BPR Monta Baru, Nasarudin. Peminjan itupun telah disertai dengan nota peminjaman.

Misdah kemudian berhasil mengembalikan hutang pribadinya sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, namun oleh pihak PD BPR Cabang Dompu menganggap bahwa tindakan Misdah sudah melanggar aturan yang berlaku.

"Kalau uang nasabah itu tidak ada istilah meminjam, mau lapor ke siapa jelas itu tidak bisa diterima. Tetap itu pelanggaran," Kata Hj. Erma Suryani, SE. Selaku Direktur Utama PD BPR Cabang Dompu sebagaimana yang dilansir dari Suara NTB.

Awalnya Misdah hanya diberikan sanksi berupa penurunan jabatan sebagai staf biasa dan dipotong gaji selama dua bulan, lalu diberhentikan sementara, hingga akhirnya diberikan sanksi berupa pemberhentian secara tidak terhormat oleh Direksi Perusahanaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Cabang Dompu.

Pemberhentian secara tidak hormat terhadap Misdah tersebut, merupakan buntut dari surat keberatan yang disampaikan oleh Misdah kepada Direksi PD BPR pada tanggal 28 Juni 2019 lalu.

"Dulu saya melayangkan surat keberatan, karena tidak terima dengan tuduhan bahwa saya melakukan kesalahan berulangkali. Namun, hal itu dianggap melawan. Hingga akhirnya saya diberhentikan secara tidak terhormat," Ungkap Misdha kepada media ini.

Surat keberata yang dilayangkan oleh Misdah dianggap sebagai perlawanan yang tidak perlu, hingga akhirnya pada tanggal 3 Juli 2019 lalu, Misdah diberhentikan secara tidak hormat.

Menurut Misdah sanksi penurunan jabatan sebagai staf biasa, pemotongan gaji selama dua bulan, dan pemberhentian sementara yang ia terima merupakan keputusan sepihak dari PD BPR Cabang Dompu.

Oleh karenanya, ia berencana melakukan tindakan hukum berupa laporan Ombusman Provinsi NTB, OJK, Disnakertrans, bahkan akan melayangkan gugatan kepada PHI. Menurutnya, tindakan hukum yang akan ia tempuh merupakan upaya untuk mendapatkan keadilan dan perlakuan yang sama di mata hukum.

"Saya akan melaporkan kejadian ini kepada lembaga-Lembaga terkait, termasuk melayangkan gugatan kepada PHI," Tegas Misdah.

Sebelumnya, pihak PD BPR Cabang Dompu memberikan keringanan dan niatan baik untuk tidak memecat Misdah, asalkan Misdah mau menyanggupi menghimpun dana tabungan maupun deposito sebesar 1 miliar dalam tenggang waktu 6 bulan. Namun, Misdah menolak memenuhi syarat tersebut dengan melayangkan surat bantahan.

Furkan/Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update