Notification

×

Iklan

Iklan

Menjadi Guru Teladan

Sabtu, 22 Juni 2019 | Juni 22, 2019 WIB Last Updated 2019-06-22T07:50:55Z
Foto: Penulis
Guru merupakan sebuah profesi yang berfungsi untuk mendidik dan mengajar, yang akan memberikan perubahan-perubahan pada diri tiap individu.

Dalam melakukan peranan dan melaksanakan tugas, guru tentunya haruslah memiliki kualifikasi serta kompetensi yang disyaratkan yang dalam hal ini membedakannya dengan manusia-manusia pada umumnya. Bagaimana tidak, guru memerankan tugas yang sangat penting dalam hal perubahan dan pengembangan individu untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.

Berbicara tentang dunia pendidikan, apapun pokok pembahasannya tentu komponen utama yang diperbicangkan lebih khusus adalah guru. Guru senantiasa dikenal sebagai sosok yang cerdas, baik, sopan, santun, dan berwibawa. Dengan demikian guru tentunya dianggap sebagai sosok yang sempurna, yang ketika melakukan satu kesalahan atau kekeliruan, akan dianggap sebagai kesalahan besar dan fatal. Maka jelas citra guru menjadi tak lagi seperti sedia kala yang dipandang sempurna oleh masyarakat maupun siswa.

Berbicara tentang guru sangatlah menarik, bahkan tidak kalah menarik dengan membahas masalah politik. Buktinya perbincangan mengenai guru tidak pernah ada habisnya.

Pada sisi lain, maraknya pembicaraan mengenai guru ini, karena terkait dengan masalah pribadi dari manusia. Akan banyak pertanyaan-pertanyaan dari orang tua murid tentang hasil dan perubahan-perubahan apa saja yang terjadi pada putra-putrinya saat mengenyam pendidikan dan setelah kelulusan. Dengan kata lain, hasil dari proses pendidikan harus dapat diukur, dan dibuktikan sejauh mana keberhasilan penyelanggaraan pendidikan.

Dalam hal ini, tentu saja membutuhkan proses yang sangat panjang, butuh perjuangan dan kerja keras dari seluruh komponen pendidikan yang ada. Kembali menyinggung tentang tripusat pendidikan yang dimana guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat menjadi kompenen utama yang berperan. Selain guru, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan anak.

Orang tua menjadi madrasah utama bagi sang anak, mengajari, mendidik, dan menanamkan nilai-nilai moral dalam diri anak-anaknya. Selain itu, masyarakat pun sangat berpegaruh dalam pengembangan seorang anak. Dengan demikian perlu adanya keharmonisan antara ketiga komponen ini, agar cita-cita dan tujuan pendidikan berhasil dengan baik.

Kembali pada pokok pembahasan yaitu keteladanan seorang guru. Dalam masyarakat kita, dikenal ‘peribahasa’ guru itu adalah wajib digugu dan ditiru. Digugu artinya didengar, diikuti, dan ditaati, dan makna ditiru yaitu dicontoh. Dengan penjabaran yang demikian, maka posisi guru dapat dikatakan memiliki makna sosial yang sangat tinggi dalam masyarakat pada umumnya.

Sebelum jauh membahas bagaimana guru teladan, sedikit kita menengok kebelakang perihal keteladanan sosok guru teladan yaitu Ki Hajar Dewantara, guru luar biasa pada masa dulu. Ki Hajar Dewantara mencurahkan seluruh perhatiannya di bidang pendidikan sebagai salah satu bentuk perjuangan meraih kemerdekaan pada masa itu. Perjuangan Ki Hajar Dewantara dimulai dari dunia tulis menulis.

Tulisan Ki Hajar Dewantara berisikan konsep-konsep pendidikan serta kebudayaan yang berwawasan kebangsaan. Melalui itulah, dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia yang sampai detik ini perjuangannya masih tertanam dalam semboyan pendidikan yaitu Tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), Ing madya mangun karsa (ditengah atau diantara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan Ing karsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik).

Melihat semboyan pendidikan kita, tentu saja kita dapat menafsirkan hal tersebut dengan cermat dan mengimplikasikannya. Dari semboyan pertama yang berbunyi dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan. Dapat diartikan bahwa guru selain membekali ilmu pengetahuan kepada siswa, guru pun harus selalu memberi dukungan kepada siswa untuk mencapai perubahan, serta memberi arahan untuk berjalan menuju pengembangan diri.

Kemudian semboyan kedua diantaranya ditengah atau diantara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide. Dapat diartikan bahwa guru haruslah mampu memberikan ide-ide cemerlang untuk siswa, yang akan membawa siswa pada pemikiran-pemikiran manusia dewasa, agar dapat menjadi manusia mandiri, kreatif, dan inovatif. Serta dapat menjadi sosok guru yang mengiring siswa-siswinya dalam hal kebajikan.

Dalam hal ini guru haruslah cerdas dalam mengiring serta mengeksplor diri mereka (baca: siswa). Kemudian selanjutnya semboyan tiga yaitu di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik.

Sangat erat kaitanya dengan pokok pembahasan penulis pada artikel ini, bahwasanya selain harus memiliki kemampuan intelektual, kompotensi sosial, serta kompetensi pedagogik, guru pun haruslah memiliki kemampuan atau kompetensi individual atau kepribadian, dalam hal ini guru dituntut dapat menjadi pribadi yang terpuji, mantap, berwibawa, dewasa, arif, bijaksana dan berakhlak mulia. Ketika guru memiliki sikap dan perilaku terpuji, secara langsung akan memberikan nilai-nilai positif bagi siswa maupun masyarakat pada umumnya.

Dengan demikian, untuk menjadi guru teladan masa kini, tentunya haruslah berawal dari diri seorang guru itu sendiri, yaitu dengan menanamkan kebaikan serta menebarkannya. Agar dapat menjadi cerminan bagi peserta didik, selain itu guru yang baik dan berkualitas tentu saja akan mampu menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas dan baik pula. Untuk itu, jadilah guru bagi orang lain terutama bagi diri sendiri.

Penulis: Lailatul Fikra Yunan
×
Berita Terbaru Update