Notification

×

Iklan

Iklan

Umat Islam kembali di Bantai, Penguasa Negeri Islam Bungkam

Rabu, 10 April 2019 | April 10, 2019 WIB Last Updated 2019-04-10T03:49:40Z
Oleh : Eva Yuliani (Mahasiswi Universitas Mataram)
Foto : Ilustrasi Puisi
Lagi dan lagi, pembantaian kaum muslim kembali terjadi. Dilansir di laman merdeka.com, kali ini etnis Fulani menjadi korban pembantaian sekelompok orang yang diduga dari kelompok Dogon di Mali, Republik Mali, Afrika Barat. Hingga saat ini, ada 160 korban tewas akibat serangan kelompok tersebut.
Sekelompok orang itu menggunakan senjata untuk membunuh ratusan orang, di antaranya warga sipil, anak-anak dan ibu hamil.
Perlu diketahui, etnis Fulani atau biasa dikenal Peulh, adalah kelompok etnis semi-nomadik (kelompok yang berpindah-pindah tapi pernah menetap sementara di tempat itu) yang sebagian besar Muslim. Sedangkan Dogon, masyarakatnya adalah petani dan tinggal di tebing Bandiagara di Mali selama berabad-abad.

Pembantaian terhadap kaum muslimin tidak hanya terjadi sesekali, namun berulang kali pembantaian itu terjadi. Mulai dari Rohingya, Uighur, ghaza, dan pada bulan maret tahun 2019 , pembantaian kembali terjadi di New Zeland, dan masih banyak lagi.

Malangnya, dari semua pembantaian yang terjadi kepada umat Muslim di seluruh dunia, tak ada satupun pemimpin Muslim saat ini yang benar-benar memberi bantuan serius seperti mengirimkan militernya. Respon yang dilakukan hanya sekedar gertak sambal berisi kecaman kosong. Nyaris tak ada artinya untuk bisa membebaskan kaum muslim dari genosida yang terjadi.

Inilah potret dunia hari ini, potret negeri yang menganut konsep nation state. Dimana konsep tersebutlah yang telah mengkotak kotak negeri hari ini, dimana kita tidak bisa ikut campur terhadap masalah yang dialami oleh negeri lain. Konsep inilah yang membuat kaum muslim tidak bisa menolong kaum muslimin yang lain. Konsep ini yang menghalangi kaum muslimin untuk melaksanakan kewajiban mewujudkan ukhuwah sebenarnya.

Tidakkah mereka pernah membaca sabda Nabi saw.:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يُسْلِمُهُ

Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain. Janganlah menganiaya dia dan jangan pula menyerahkan dia (kepada musuh)(HR al-Bukhari).

Kaum Muslim sudah sangat merindukan dan membutuhkan pemimpin yang dapat menjaga dan membela mereka. Sudah saatnya membutuhkan Khilafah. Khilafah yang dipimpin seorang khalifah menaungi negeri-negeri muslim, yang akan menjadi perisai umat. Khilafah yang nanti akan menghukum siapapun yang berani menzalimi kaum muslim.

Umat tak bisa melindungi diri mereka sendiri. Harus ada penguasa yang melindungi mereka. Demikianlah sebagaimana pesan Nabi saw.:

إنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Sungguh Imam (Khalifah) itu (laksana) perisai; orang-orang akan berperang di belakang dia dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya (HR al-Bukhari, Muslim, an-Nasa’i, Abu Dawud dan Ahmad).

Sudah saatnya bangkit. Bangun dari tidur panjangmu. Saat ini bagi kita yang masih merasa aman dan nyaman. Janganlah terlalu berbahagia, bisa jadi esok lusa kita yang akan merasakan penderitaan seperti saudara kita.

Bersatulah karena kita adalah Ummatan Wahidan. Segeralah merapatkan barisan untuk sama-sama memperjuangkan Khilafah. Agar tak ada lagi peristiwa mengerikan terjadi kepada kaum muslim.
×
Berita Terbaru Update