Notification

×

Iklan

Iklan

Ungkapan Hati Sang Aktivis untuk Dinda-Dahlan

Kamis, 28 Februari 2019 | Februari 28, 2019 WIB Last Updated 2019-02-28T02:04:17Z
Dedy Darmawan Ketua Umum Forum Mahasiswa Langgudu (Formal) Yogjakarta
Penulis : Dedy Darmawan

Tulisan ini bukanlah protes apalagi menuntut namun lebih pada sebuah “ungkapan hati”. Iya ini adalah sebuah ungkapan hati. sekali lagi ini adalah sebuah "UNGKAPAN HATI"....!!!!!!!!!

Untuk mengawali..!! kita harus memastikan sekaligus mengakui bahwa rakyat adalah komponen terpenting dalam tubuh negara. rakyat inilah yang menentukan maju mundur bahkan bubar atau utuhnya suatu negara.

Sementara esensi Bupati maupun Gubernur, atau Presiden hanyalah perpanjangan tangan rakyat, utusan rakyat, pembantu rakyat, pelayan rakyat, merekalah yang menjamin stabilitas sosial, ekonomi dan budaya. Sederhananya, penunjang kepentingan rakyat demi meraih kesehjateraan yang hakiki dan ini adalah tugas mulia campur suci yang mesti di lakoni secara tulus tanpa pamrih oleh rezim.

Sebetulnya saya ingin menguraikan lebih panjang dan mendalam tentang hubungan rakyat dengan pemimpin. Namun singkat saja lah!!!.

Merujuk pada pengertian diatas sudah semestinya rakyat di jadikan objek pembangunan bukan malah dijadikan objek penindasan..

Diakui atau tidak, di Bima dalam beberapa minggu yang lalu sudah kita saksikan secara nyata bahwa rezim 2D (Dinda-Dahlan) telah berhasil memantaskan dirinya sebagai rezim anti kritik alias fasis. Tentu karakter fasis macam ini tidak sudi kita melihatnya bersemayam dalam tubuh 2D. Perlu kita ingatkan lagi bahwa fasisme adalah sudah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dunia.

Di Italia dan Jerman sebagai contoh negara yang menjadi tempat lahirnya sang diktator kejam seperti Mussolini dari Italia dan Hitler dari Jerman. Mereka ini tidak segan-segan merenggut nyawa orang bila orang tersebut menentang sabdanya, dan tercatat ribuan nyawa manusia terbunuh di tangan si fasis ini.

Sungguh kita tidak ingin fasisme yang telah lama mati terkubur kini harus muncul bergentayangan dan menjelma di Bumi Bima kita tercinta hari ini.

Penembakan terhadap warga Sape Bima dua pekan yang lalu mengundang banyak reaksi keras dari publik terutama dari kawan-kawan mahasiwa Bima lokal maupun mahasiswa Bima di luar daerah.

Tindakan tersebut di nilai tidak berprikemanusiaan, walau tanpa rasa malu aparat berupaya membenarkan atas dasar apa mereka mengambil tindakan brutal seperti itu. sekali lagi tidak ada dalil pengamanan yang membenarkan cara brutal semacam ini.

Pengamanan semacam itu hanya ada secara terang-terangan dalam sejarah dunia barbar, lebih dari itu aparat bertingkah kolot tanpa ada rasa malu dan penyesalan sedikitpun.

Pertanyaannya, apakah iya tidak terlihat mengerikan jika cara pengamanan Konflik seperti ini terus berkelanjutan di Bumi Bima kita? kok segampang itu aparat (alat pemerintah) melepaskan tembakan di dada manusia, menyakiti manusia, menganiaya manusia bahkan terkadang nyawa pun diambil.

Jika iya rezim 2D mengelah dan dengan enteng memisahkan keterkaitannya dalam eksekusi pengamanan brutal ini, dalam artian Dinda-Dahlan berusaha melepas tangan atau bertingkah pura pura tidak tau atas insinden ini, berarti beliau berdua tidak paham posisinya sebagai intruktur tertinggi di daerah tersebut. Yang mestinya mereka setiap saat mengetahui seluk-beluk kondisi lapangan saat itu.

Diakui atau tidak, "rezim hari ini telah memicu konflik dan merekalah dalang dari jatuhnya korban ini". Kenapa demikian, tidak perlu sekolah tinggi-tinggi untuk melihat hal ini. Jika seandainya Dinda-Dahlan selaku Bupati dan Wakil Bupati menemui demonstrasi saat itu, maka yakin dan percaya demostrasi tidak akan melanjutkan lagi aksinya apa lagi sampai memblokade jalan segala macam yang mendorong aparat tadi menenteng senjata kemudian menembak para demonstran.

Jadi tidak adanya respon Dinda-Dahlan untuk dimintai hadir di lokasi dan memberikan penjelasan terkait tuntutan demostrasi adalah inti atau faktor domino dari lahirnya tragedi itu.

Sekian dan terima kasih......

Salam damai
×
Berita Terbaru Update