Notification

×

Iklan

Iklan

Outputnya Memuaskan, Siswa SMKN 1 Langgudu Magang di Babuju Mandiri

Sabtu, 02 Februari 2019 | 22.49.00 WIB

Foto bersama siswa/i magang dan guru SMKN 1 Langgudu beserta CEO Babuju Mandiri, Julhaidin/Rangga Babuju (baju putih) di Lokasi Budidaya Ikan Air Tawar Babuju Mandiri, Kelurahan Santi Kota Bima
Editor : Subhan Al-Karim

Indikatorntb.com - Babuju Mandiri kembali terima 18 siswa/i dari SMKN 1 Langgudu Kabupaten Bima untuk melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin)/Magang, Sabtu, (02/02). Tahun lalu, kelompok usaha ini juga menerima dan mengajarkan siswa/i SMKN 11 Wera di kolam budidaya ikan air tawar Babuju Mandiri.

Saldin, S.Pi, guru pembimbing dan penanggungjawab siswa/i prakerin menyampaikan, bahwa Babuju Mandiri dipilih sebagai lokasi prakerin karena output siswa/i pasca prakerin di Babuju Mandiri dirasa memuaskan. Kegiatan magang siswa/i ini pun akan dilaksanakan selama 2 bulan penuh, sampai 2 April 2019.

"Attitude dan kemampuan berpikir dan pola belajar siswa/i menjadi berubah lebih positif setelah prakerin di Babuju Mandiri. Sehingga kami sangat berharap siswa/i kami pun demikian," tegasnya Saldin.

Sementara, Ceo Babuju Mandiri, Julhaidin, saat menerima siswa/i prakerin ini menyatakan kebanggaannya atas dipilihnya lokasi Budidaya Babuju Mandiri sebagai tempat prakerin siswa/i SMK. Sehingga ia bisa berkontribusi dalam mencerdaskan generasi bangsa.

“Kepercayaan publik untuk Babuju Mandiri sehingga dipilih sebagai tempat prakerin, bagi saya sudah cukup luar biasa," Ujar Julhaidin yang akrab disapa Rangga Babuju ini.

Menurut Rangga, tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan publik. Apalagi, kata dia, dalam rangka mencerdaskan generasi, ada banyak pertimbangan. Babuju Mandiri pun dianggap layak adalah kerja dan perjuangan banyak pihak.
Siswa/i SMKN 1 Langgudu beserta guru pembimbing magangnya, saat diterima Komunitas Babuju Mandiri 
Lebih lanjut, di lokasi prakerin, Rangga juga menyampaikan, siswa akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang teknik budidaya ikan air tawar jenis Lele, Nila Ekor Merah dan Gabus.

Disamping itu, kata Rangga, siswa juga akan diberi pengetahuan lain seperti budidaya Bebek Peking, Entok dan budidaya sayur mayur yang dapat terintegrasi dengan budidaya ikan air tawar.

Pembelajaran presentasi setiap malam dan kunjungan ke beberapa lokasi kegiatan usaha sebagai inspirasi berwirausaha, kata Rangga, juga akan dilakukan.

“Generasi di Era Industri 4.0 ini harus mampu menguasai hal lain disamping ilmu yang dipelajari di pendidikan formal,” tutur Rangga Babuju.

Sebab menurut Rangga, era industri 4.0 ini harus dijawab dengan generasi millenial. Generasi millenial tidak muncul begitu saja, melainkan harus dilahirkan dan dibentuk dengan multitalent yang mumpuni.

“Baru kita bisa maju dan berkembang menjawab perubahan zaman," jelas laki-laki dengan ciri khas rambut gondrong itu.
×
Berita Terbaru Update