Notification

×

Iklan

Iklan

OKP Bima : Berikan Pendidikan Khusus Ketua Lembaga STIE Bima dan Kapolres

Kamis, 29 November 2018 | November 29, 2018 WIB Last Updated 2018-11-29T07:33:41Z
Reporter : Umar Harun/Bentro
Editor      : Subhan Al-Karim
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan persatuan OKP se-Kota dan Kabupaten Bima saat melakukan aksi.
Indikatorntb.com - Gerakan Persatuan OKP se-Kota dan Kabupaten Bima kembali suarakan persoalan kampus STIE Bima, Kamis (29/11/2018).

Kini beberapa OKP ini menyuarakan untuk diberikan pendidikan khusus kepada ketua lembaga STIE Bima, karena dianggap mahasiswa sudah melanggar HAM.

Tak hanya ketua STIE, mahasiswa juga menyuarakan bahwa Kapolres Kota Bima untuk diberikan pendidikan khusus, bahkan para mahasiswa yang turun kejalan ini meminta untuk mewujudkan pendidikan yang demokratis.

Sebelumnya, mahasiswa STIE Bima membangun gerakan-gerakan, hingga mahasiswa menganggap muncul perlawanan dari pihak lembaga STIE melalui jasa preman. Beberapa mahasiswa pun menjadi korban kekerasan.

Dengan tindakan pihak lembaga STIE Bima ini, dalam petisi gerakan sejumlah OKP itu, dinilai mahasiswa justru untuk membungkam hak demokrasi dalam kebebasan mimbar akademik.

Tindakan preman, yang dikatakan mahasiswa, dibayar oleh pihak lembaga STIE ini merupakan bukti nyata untuk mencedarai dunia pendidikan, bahkan dinilai hal ini adalah penjajahan terhadap generasi bangsa.

Beberapa pekan lalu pun, mahasiswa kembali melakukan gerakan susulan, hingga dilaporkan mendapatkan perlakuan tidak adil dari pihak kepolisian yang melakukan tindakan represif dan dianggap mahasiswa melanggar hak asasi manusia (HAM).

Dengan itu, puluhan anggota organisasi HIMDOM Bima, LSiP Bima, G-Hitam, GENPAR, WMH, dan KMPL yang tergabung dalam Gerakan Persatuan OKP Se-Kota dan Kabupaten Bima itu, mengecam keras tindakan premanisme yang dilakukan lembaga STIE Bima dan tindakan represif oleh pihak kepolisian.

Gerakan persatuan peduli mahasiswa STIE Bima yang pimpin Supratman sebagai Jenlap ini menuntut untuk diberikan hak kebebasan mimbar akademik di kampus STIE Bima, serta menyuarakan untuk dihentikan tindakan represif terhadap gerakan mahasiswa.

Tak hanya itu, dalam petisi itu, gerakan ini juga menuntut untuk ditegakkan supremasi hukum dan mewujudkan demokrasi kampus menuju manusia yang adil dan beradap.

Bahkan, gerakan OKP se-Kota dan Kabupaten Bima yang dilakukan di kantor DPRD Kabupaten Bima, dan Polres Bima Kota ini menuntut untuk diseret dan diadili ketua lembaga STIE Bima dan untuk diusut tuntas tindakan premanisme di Kampus STIE Bima.

Diketahui, lembaga STIE Bima dipimpin oleh Firdaus dan Kapolres Bima Kota adalah AKBP Erwin Ardiansyah.


×
Berita Terbaru Update