Notification

×

Iklan

Iklan

Kubu Prabowo-Sandi Usul Gaji Guru Naik Jadi Rp 20 Juta

Selasa, 20 November 2018 | 17.21.00 WIB
Mardani Saat Deklrasi Mak Ija di Jakarta Timur, Selasa (20/11/2018). (Foto:kumparan.com/indikatorntb.com)
Indikatorntb.com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera, mengatakan paslon nomor urut 02 itu akan fokus memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia apabila terpilih dalam Pilpres 2019.

Menurutnya, untuk memperbaiki kualitas pendidikan, Indonesia harus memiliki jajaran tenaga pendidik yang berkualitas.

"Nanti kalau ke depan satu sebabnya guru-guru kita memang berkualitas. Guru kencing berdiri murid kencing berlari," kata Mardani dalam Deklarasi Emak-emak Indonesia Jaya (Mak Ija) di Jalan Raya Malaka, Jakarta Timur, Selasa (20/11).

Mardani mengatakan, kualitas guru dipengaruhi oleh kesejahteraan yang diterima oleh guru tersebut. Seharusnya, kata Mardani, gaji guru dinaikkan menjadi Rp 20 juta untuk perbaikan kualitas guru.

"Karena itu perbaikan utama, mau tidak mau, gaji guru dinaikin Rp 20 juta. Diseleksi dengan baik gurunya. Guru terbaik kalau gaji guru Rp 20 juta, nanti orang-orang di seluruh dunia datang ngajar anak kita. Nanti disiapkan kepala sekolahnya dari kita," ujarnya.

Menurut Mardani, di zaman Presiden Sukarno, seorang guru merupakan orang-orang terbaik yang memberikan semangat serta inspirasi kepada anak didiknya. Apabila kualitas guru belum berubah, maka akan mempengaruhi semangat belajar murid.

"Zaman Sukarno guru-guru itu orang terbaik jadi guru. Kalau guru kita terbaik, inspiratif anak semangat. Tapi kalau guru kayak gini, anak juga tidak semangat, karena itu harus ada perbaikan sistem pendidikan kita," tuturnya.

Selain mendidik murid, kata Mardani, seorang guru memiliki kewajiban untuk membangun akhlak muridnya. Seharusnya, anak yang mengenyam bangku pendidikan memiliki akhlak yang semakin baik.

Mardani mencontohkan bagaimana sistem pendidikan di Jepang yang mengajarkan pentingnya disiplin. Menurutnya, sistem seperti ini juga bisa diterapkan di pendidikan Indonesia.

"Di Jepang rata-rata anaknya itu disiplinnya luar biasa. Kelas satu jelas, tiga pelajarannya bangun tepat waktu, taruh baju di depannya, bangun pagi, jam berapa harus tidur, tempat tidur harus rapih. Jadi anak-anak mandiri punya tanggung jawab. Tidak lagi yang dibangunin sudah di suruh salat susah. Jangan buat pendidikan buat anak susah. Harus pendidikan membuat anak makin semangat salat subuh makin bagus," pungkasnya.

kumparan.com/Indikatorntb.com
×
Berita Terbaru Update