Notification

×

Iklan

Iklan

Beli Durian Istri Lima Menit, Duit Proyek Rp 584 Juta Raib

Senin, 19 November 2018 | November 19, 2018 WIB Last Updated 2018-11-18T21:07:40Z
Editor : Subhan Al-Karim
Foto : kaskus.co.id/IN - Ilustrasi pencuri
Indikatorntb.com - Seorang kontraktor, Aroji mengaku kehilangan uang Rp 584 juta yang disimpannya didalam mobil saat ia hendak membeli durian pesanan istrinya di pertigaan Taman Ria Kota Bima.

Kontraktor berdomisili di Kecamatan Monta, Kabupaten Bima itu baru saja mencairkan dana proyek miliknya itu di Bank NTB Cabang Bima.

"Uang itu baru saja saya cairkan ke Bank NTB dan sengaja ke Taman Ria untuk datang membeli duren pesanan istri. Namun, setelah kembali ke mobil, uang itu sudah raib dan dicuri orang tidak dikenal (OTK)," Kata Aroji yang dilansir Metromini.co.id.

Kejadian itu terjadi Jum'at, (16/11/2018) dua hari yang lalu sekitar pukul 17.00 Wita. Dilansir dari media online Mentromini.co.id Senin, (19/11/2018), Aroji mengisahkan, sesaat ia turun dari mobil Pikap miliknya membeli durian, lebih dari lima menit kata Aroji, ia kembali sudah tak melihat tas yang berisi uang Rp 584 Juta itu.

"Jeda waktu segitu saja, pencuri berhasil mengambil uang dalam mobil saya," Kata Aroji

Awalnya Aroji melihat pintu bagian kanan mobil Pikapnya sudah terbuka, hingga ia tak melihat tas berisi uang yang disimpannya dibawah pegal gas mobil itu.

Sebelumnya, dari Bank ia sengaja keliling, melaju ke arah jalan Gajah Mada dan memutari Kota Bima untuk mencari penjual durian. Laju mobil yang dibelokkannya di cabang Santi dan belok kanan perempatan lampu merah gunung dua. Akhirnya, dia melihat penjual durian di ujung jalan Taman Ria itu.

Atas kejadian itu, selain menghubungi temannya, Aroji langsung menghubungi pihak kepolisian Bima Kota. Ia pun berharap, pihak Kepolisian dapat mengusut tuntas kasus pencurian uang yang dilaporkannya tersebut, dan ditindaklanjuti secara serius oleh pihak Resort Bima Kota.

Sementara itu Aroji menyebut, bahwa uang termin pertama dari proyek pembangunan gedung Farmasi dekat Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bima yang ada di Desa Godo itu sebesar 30% dari total anggaran proyek yang nilainya miliaran.

"Sebenarnya, uang itu juga untuk membayar gaji tukang dan kebutuhan lainnya. Akibat kejadian ini saya tidak bisa membayar cepat gaji para tukang dan mengupayakan modal lain untuk melanjutkan proyek pembangunan ini," kata Aroji.
×
Berita Terbaru Update