Notification

×

Iklan

Iklan

Dengan Budaya Menulis, Madu Semamung Tembus Pasar Internasional, Simak Ceritanya

Jumat, 12 Oktober 2018 | Oktober 12, 2018 WIB Last Updated 2018-10-18T11:37:25Z
Editor : Subhan Al-Karim
Putri Munira saat menjadi narasumber pada acara pelatihan pasar kampung online (Diskominfotik/indikatorntb.com)
Indikatorntb.com - Berawal dari hobi mengabarkan informasi yang bermanfaat di portal media perempuan desa ini berhasil pasarkan madu hingga pasar Internasional.

Putri Munira perempuan desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu Sumbawa ini mengembangkan budaya menulis untuk meningkatkan bisnis onlinenya.

Ia adalah salah satu anggota Kampung Media dari Rampak Nulang yang tergabung sejak tahun 2012 lalu.

Perempuan akrab di sapa Nona Putri ini melihat peluang ekonomi yang menjanjikan, ia bersama anggota kelompok informasi masyarakat Kampung Media mengembangkan prodak-prodak desa seperti Madu Semamung, Cemilan dan Jamur Crispy.

Dari prodak ini, Madu Semamung yang tak dikenal daerah Sumbawa, mampu menembus pasar internasional.

"Madu Semamung tidak terkenal di Sumbawa tetapi pasarnya tembus sampai di negara Bahrain," jelasnya Putri Munira saat menjadi narasumber pada acara pelatihan pasar kampung online, Rabu (10/10) yang dikutip dari Kominfotik.
Dalam acara yang digelar Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB di kantor Desa Uma Beringin Sumbawa ini, Putri menjelaskan keberhasilannya dalam pasar online.

Putri mengatakan, ia memanfaatkan anggota kelompok informasi masyarakat di desa untuk membuat produk-produk lebih menarik, dikemas dan dipublikasi akhirnya pun terkenal.

"Bulan September 2017 lalu pada acara
Pusaka hari Lingkungan Hidup dan Kehutanan nasional, kita dapat pesanan sampai enam ratus botol madu Semamung yang disebarkan melalui media sosial," jelas Nona Putri sapaan akrabnya.

Ia juga mengingatkan bahwa semua itu tidak berhasil kalau hanya sekali postingan.

Putri mengakui, memang pada awal usahanya, semua prodak dipublikasikan tak semua disukai bahkan dicuekin banyak orang dan itu sudah menjadi hal yang biasa. Tapi harus sering diupload itulah sebenarnya titik fokus dari kegiatan kelompok masyarakat itu sendiri.

"Jangan terlalu pusing jika prodak tidak diperhatikan, dari tahun 2012 kita memulai bisnis ini booming-nya pada tahun 2016 lalu," imbuhnya.

Diketahui, dari keberhasilan bisnis online ini, Badan Usaha Milik pemerintah Desa (BUMDes) Semamung mengajak kerja sama dengan kelompok informasi masyarakat ini supaya apapun yang mereka usahakan dapat difasilitas oleh desa. (Man)

×
Berita Terbaru Update