Notification

×

Iklan

Iklan

Terima Kasih, Panas

Senin, 03 September 2018 | September 03, 2018 WIB Last Updated 2018-09-03T11:58:18Z
Ilustrasi (foto : muvila)
Panas
Kata panas di sini tidak aku peruntukkan kepada teriknya matahari
Tidak aku peruntukkan kepada panci yang berisi air mendidih
Juga tidak aku peruntukkan kepada hati yang penuh amarah

Panas
Aku peruntukkan kepada suhu tubuh Mamaku yang kian meninggi
Tubuhnya menggigil meski sudah mengonsumsi obat penurun panas
Hingga handuk kecil dan air dengan suhu biasa siap kusimpan di jidat dan leher Mamaku
Aku kompres
Kuulangi
Berkali-kali

Panas
Akhirnya kamu mau beranjak juga secara perlahan
Dari tubuh wanita yang terpaut 41 tahun denganku
Kamu membuat wanitaku berkata kepadaku:
“Beruntung kamu ada di sini dalam keadaan seperti ini. Merawat Mama.”

Panas
Setelah kamu benar-benar beranjak dari tubuh Mamaku, Mamaku kembali berkata:
“Tolong jangan pergi jauh-jauh dulu dari Mama saat sekarang. Mama butuh kamu.”

Panas
Terima kasih kamu sudah datang
Memeluk tubuh wanita berusia 64 tahun di sampingku
Tidak ada keluhan dari wanitaku atas kedatanganmu
Kedatanganmu bukanlah tiada arti
Kamu berperan dalam pengguguran dosa-dosa

Kota Bima, 2 September 2018
18.00 Wita

Penulis : Nur Samaratul Qalbi
×
Berita Terbaru Update