Notification

×

Iklan

Iklan

Aparat di NTB Desak Legislatif Soal Lemahnya Rupiah

Selasa, 25 September 2018 | September 25, 2018 WIB Last Updated 2018-09-24T18:51:08Z
Ratusan masa APARAT yang Melakukan Aksi Ujuk Rasa di Kota Mataram NTB
Indikatorntb.com - Belum lama ini, berbagai organisasi mahasiswa di Nusa Tenggara Barat (NTB) lakukan aksi menuntut pemerintah soal melemahnya rupiah.

Pada momen hari tani 24 September, ratusan masa dari APARAT di NTB kembali lakukan aksi dengan persoalan yang sama. APARAT mendesak DPRD Provinsi NTB segera mengambil langkah tegas terkait melemahnya rupiah.

Aksi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pejuang Aspirasi Rakyat (APARAT) yang menutut pemerintah atas lemahnya rupiah ini dianggap dapat mengakibatkan konflik agraria di NTB.

Aksi yang berujung ricuh ini pun diawali dari lapangan Lawata kota Mataram hingga ratusan mahasiswa padati gedung DPRD Provinsi NTB.

Selain menuntut untuk distabilkan nilai rupiah, masa aksi juga menuntut dengan tegas untuk mengurangi impor dan menaikkan ekspor. 

Bahkan, menuntut kemampuan pemerintah dalam menyerap hasil pertanian serta menegakkan peraturan Menteri perdagangan.

Mahasiswa pun tak mendapat respon dari DPRD, masa aksi kembali melancarkan aksi menuju kantor Dinas Pertanian Provinsi NTB. Namun, juga tak mendapat respon dari dinas Pertanian.

Dengan tuntutan tersebut saat aksi berlangsung, terjadi konflik antar mahasiswa dan aparat kepolisian. Hingga pihak keamanan aksi meyandera salah satu masa aksi. 

Berdasarkan laporan yang diterima Indikatorntb.com, terjadi bentrok antar kepolisian dan masa aksi. Masa aksi mencoba menerobos masuk kedalam kantor Dinas Pertanian untuk mendapatkan respon.

Korlap aksi Haerudin, melihat perosoalan tersebut, ia megaku kecewa dengan sikap kepolisian yang bertugas sebagai pelindung warga sipil dan rakyat yang dianggap masa aksi menjadi biang rusuh di hari tani 2018 ini.

"Ini merupakan bentuk penghianatan demokrasi dan profokatif dari aparat kepolisian terhadap mahasiswa," kata Haerudin. 

Sementara itu, salah satu masa aksi mengatakan bahwa, adanya desakan yang terus dilakukan ratusan mahasiswa ini, agar pemerintah memperhatikan nasib petani yang berjuang demi perut bangsa. 

"Bukan malah mencekik dengan harga Pestisida yang jauh lebih mahal dari harga jual hasil panen," ujar mahasiswa yang enggan disebut namanya.   

Reporter : Ginanjar
Editor      : Subhan Al-Karim
×
Berita Terbaru Update