Notification

×

Iklan

Iklan

Sembako Dalam Pilkada, itu Hak Rakyat

Selasa, 26 Juni 2018 | Juni 26, 2018 WIB Last Updated 2018-06-25T21:54:27Z
Prabowo Subianto (foto : Wartakota)
Indikatorntb.com - Pernyataan Prabowo yang beredar beberapa hari lalu di media sosial yang pada pokoknya menyatakan bahwa uang suap dan sembako itu adalah hak rakyat, hak dari bangsa Indonesia. Pernyataan Prabowo patut di aminkan oleh masyarakat termasuk saya.

Bahwa pesta demokrasi paling tidak dijadikan ajang "jualan" bagi pasangan calon tertentu. Yah wajar saja jika masyarakat lebih fokus kepada sembako ataupun sesuatu yang dinilai dengan nominal.

Selain itu juga, logikanya sangat sulit kita menerima alasan bahwa masyarakat memilih pemimpin itu tidak didasari "sesuatu", karena itu lagi-lagi ibarat transaksi pasar, ada penjual dan ada pembeli.

Bayangkan di pasar saja orang beli sesuatu harga sekian menawarnya juga harga sekian, nah ini apalagi hanya diasih secara cuma-cuma, siapa yang tidak mau coba?

Jadi sekarang itu logikanya masyarakat sudah "naik kelas" yang tadinya optimis dengan calon pemimpin, kini optimis itu butuh dikaji ulang kembali. Karena masyarakat kita berpikir, ngapaian saya pilih si A dan si B, tapi tidak dapat apa-apa? Toh kalau mereka terpilihpun mereka juga tidak ingat kita masyarakat kecil. Nah bahasa yang seperti itu yang terkadang sering melintas ditelinga kita.

Tetapi dalam kacamata saya, apa yang dikatakan oleh pak Prabowo tersebut haruslah dilihat secara mendalam maksud dan tujuannya apa. Karena negarawan sekelas Pak Prabowo itu tidak mungkin beliau gegabah dalam berucap, justru ucapan beliau itu bagian dari untuk menguji sejauh mana orang-orang memahaminya.

Ucapan beliau itu jangan dilihat dari kulitnya saja dong, kalau dilihat dari kulitnya saja, sama halnya kita tidak berpikir.

Karenanya menurut saya, ucapan Prabowo itu tidak salah dan memiliki nalar dan logika yang memasyarakatkan masyarakat dalam momentum pilkada. Bagaimanapun take and give dalam pilkada itu bukanlah sesuatu yang rahasia, justru itu merupakan "oli samping" bagi kelancaran calon pemimpin dan masyarakat itu sendiri.

Jika ada calon pemimpin yang melakukan suap atau sembako, yah menurut saya harus diterima oleh masyarakat, dan jangan pilih pemimpin yang bersangkutan, itu tandanya calon pemimpin itu tidak benar dan tidak mungkin kedepannya masyarakat sejahterah.

Sehingga membagikan sembako dan sesuatu yang bernominal itu benar-benar hak rakyat dan untuk kesejahteraan rakyat.

Penulis : Alungsyah (Pengamat hukum/Lawyer).
×
Berita Terbaru Update