Notification

×

Iklan

Iklan

Puasa yang Dirindukan

Senin, 28 Mei 2018 | Mei 28, 2018 WIB Last Updated 2018-05-28T03:44:09Z
Ilustrasi (Foto : Nurul Ummah)
Indikatorntb.com - Kenapa Islam yang telah disempurnakan tidak mencukupi. Konsep Ketuhanan yang tunggal. Kesempurnaan ajaran. Kitab suci yang terpelihara bahkan Nabi dengan pribadi yang paling sempurna sebagai uswah tetap saja tak bisa membuat penganutnya menjadi teladan bagi umat lainnya bahkan kadang malah berbalik menjadi contoh buruk. Ada banyak ajaran yang tak mampu kita pahami dengan utuh sebagai pesan universal. Kita malah terjebak pada soal krisis perilaku.

Kurang apa Nabi saw mengajari kita: dari cara masuk toilet hingga naik ke ranjang saat tidur melepas penat. Berapa puluh kali kita diajari bagaimana membiarkan baduy menyelesaikan buang air kecilnya di masjid sebelum kemudian Nabi saw mengajari kita tentang cara membersihkan najis, kurang jelas apa Nabi saw mempercepat shalatnya karena tak tega pada tangis anak kecil.

Bahkan pernah Rasulullah saw 'mokel' saat puasa sunah hanya ingin menyenangkan tetangga sebelah yang memberi hadiah makanan. Atau bagaimana kunjungan Nabi saw kepada tetangga sakit sementara saat sehatnya selalu mengganggu dengan menyiram kotoran onta saat beliau hendak berangkat berdakwah.

Cahaya kemuliaan bukan karena kerasnya perkataan atau kekehnya tegaknya hukuman. Atau seperti gaya para sebagian Habib atau ustadz yang selalu menunjuk-nunjuk jari saat pidato. Perkataan kasar lagi menyakitkan. Sumpah serapah bahkan ringan kata buruk: Munafik, kafir, sesat, zindiq dan entah apalagi. Tak biasa berbeda. Merasa benar sendiri dan menganggap hanya dia dan kelompoknya yang paling dekat dengan Tuhan. Tahukah Anda macam apa ini orang ... ?

Islam dijunjung karena kemuliaan akhlak, luhurnya pekerti dan lembutnya hati. Selalu memberi kemudahan bila terdapat dua pilihan sulit sepanjang tidak melawan syariat. Islam hadir sebagai penyelamat. Memberi keteduhan dan kenyamanan.

Puasa telah berlangsung beberapa hari. Insya Allah bukan sekedar menjauh dari makan dan minum. Lalu lapar seharian dan kenyang di malam hari. Biarlah para penjual makanan dan minuman tetap bekerja. Kita hormati mereka sebagai para mujahid yang menghidupi anak dan isterinya di rumah. Kita hargai para pekerja yang susah membanting tulang demi sesuap nasi. Kita doakan para pedagang makanan dan minuman: Para penjual bakso, penjual cilok, dawet, arbanat, gelali, krupuk dan apapun jenisnya tetap berkhidmad pada pekerjaannya. Semoga tetap diberi keberkahan dan kemudahan ... puasa kita merahmati semuanya tanpa sisa.

Mushala dan masjid tidak membuat gaduh dengan tilawah Quran hingga larut ... sementara kita terus bersedekah, berbuat baik kepada tetangga, bermuka manis, menyapa atau memberi salam duluan, membersihkan masjid dan mushala, mencuci sarung atau mukena, mengunjungi orang tua atau mertua dan memberinya bekal selama bulan puasa, mendoakannya, mencium tangannya, mengunjungi sanak kerabat, membersihkan kubur, membelai isteri atau suami ... kemudian shalat malam dan khatam Quran 3 kali sebulan ...

Penulis : @tadarus: 14
Masjid Banyubening Gunungsari
×
Berita Terbaru Update