Notification

×

Iklan

Iklan

Islam dan Kezaliman Global

Rabu, 16 Mei 2018 | Mei 16, 2018 WIB Last Updated 2018-05-16T00:30:20Z
Ilustrasi (foto : voa islam).
Indikatorntb.com - Islam menjadi agama yang paling sering mendapat perlakuan buruk bahkan secara sosiologis Islam juga mengalami penindasan penjajahan fisik dan pembunuhan karakter. Kolonialisme dan imperialisme barat atas negara-negara Islam di Asia Afrika dan timur tengah setidaknya telah membuat hubungan Islam dan Eropa Kresten terus memburuk.

Barat tetap saja arogan bahkan hingga paruh pertama abad 21 tak ada tanda-tanda iktikad baik negara barat Kresten memperbaiki hubungan bahkan sebaliknya bentuk penindasan dan penjajahan terhadap negara-negara Islam kian buruk dan variatif. Artinya secara teologis Islam ditempatkan sebagai musuh bersama, yang diberi cap sebagai musuh kemanusian dan peradaban.

Samuel Huntington memberi batasan tegas tentang tesis benturan peradaban. Islam digambarkan sebagai agresor. Benturan yang paling keras – menurut Huntington - akan terjadi antara kebudayaan Kristen Barat dengan kebudayaan Islam. Tesis tersebut secara tidak langsung memperkuat asumsi sebagian besar ilmuwan Barat yang melihat Islam sebagai aggression and hostility (agresi dan ancaman). Pendek kata, bagaimana Barat menciptakan stereotipe-stereotipe simplistis yang menunjukkan wajah the rage of Islam.

Bagi barat Kresten, Islam bukan saja kompetitor tapi juga telah ditetapkan secara aklamasi sebagai musuh, baik secara politik bahkan secara akademis. Berbagai hasil penelitian dan riset selalu menunjukkan bahwa Islam adalah pubic enemy yang harus dihadapi secara bersama sama. Ketakutan barat terhadap Islam adalah ketakutan global semua agama dan ideologi.

Islam mengalami kezaliman global dengan berbagai bukti fisik kasat mata. Kasus Israel dan Palestina. Invasi atas Iraq, Libya, Aljazair, Afghanistan, Syuriah, dan negara negara Islam lainnya. Barat Kresten memasang standar ganda dalam setiap penyeliaan konflik terutama bersangkut dengan negara negara Islam.

Inilah soal besarnya. Dan akan terus terawat membesar bila dibiarkan berlarut. Belum lagi dengan pekerjaan pekerjaan dinas intelegen barat yang menggempur dan mengadu domba umat Islam dari dalam. Al Qaeda dan ISIS jelas pekerjaan intelegen tanpa bantahan.

Terorisme dan radikalisasi bukan pyur ideologis pemahaman keagamaan tapi juga bersangkut dengan soal kondisi sosial politik yang mengitari. Kebanyakan gerakan radikalisasi justru lahir dari konspirasi global sikap arogansi dan sikap hipokrit negara-negara Barat Kresten. Bahwa kemudian agama dibawa masuk lebih kepada soal justifikasi agar apa yang di lakukan mendapat pembenaran.

T.P.Thornton dalam Terror as a Weapon of Political Agitation (1964) mendefinisikan terorisme sebagai penggunaan teror sebagai tindakan simbolis yang dirancang untuk mempengaruhi kebijakan dan tingkah laku politik dengan cara-cara ekstra normal, khususnya dengan penggunaan kekerasan dan ancaman kekerasan.

Terorisme dapat dibedakan menjadi dua katagori, yaitu enforcement terror yang dijalankan penguasa untuk menindas tantangan terhadap kekuasaan mereka, dan agitational terror, yakni teror yang dilakukan mengganggu tatanan dan melawan rezim yang mapan untuk kemudian menguasai tatanan politik tertentu.

Terorisme dan radikalisasi adalah isu global sebagai bentuk perlawanan atas kezaliman dunia barat Kresten dan kroninya terhadap Islam. Bagaimana pun kita mengutuk keras tindakan kekerasan mengatas namakan agama atau keyakinan untuk melawan dengan cara yang tidak sportif. Percayalah .. .. sepanjang kezaliman dan sikap hipokrit negara negara barat Kresten terhadap negara Islam tak berhenti maka radikalisasi dan terorisme juga akan tetap berbanding lurus saling mengikuti.
Wallahu a'lam

Penulis : @nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar
×
Berita Terbaru Update