Notification

×

Iklan

Iklan

Moral Politikus

Senin, 09 April 2018 | April 09, 2018 WIB Last Updated 2018-04-14T10:27:38Z
Foto : Penulis 
Indikatorntb.com - Banyak sekali, saya menemui ilmuwan yang mengatakan bahwa disiplin ilmu itu adalah bebas nilai. Bahkan ditemui para ilmuwan meneliti dan menulis tentang rekayasa politik, dan yang bersangkutan menyetujuinya. Secara logika, hal ini memang benar, tapi secara moral, ini tidak baik. Selain itu, ditemui para moralis yang mencegah terjadinya perang, meniadakan hukuman mati, memperjuangkan hak asasi manusia termasuk bagi pelaku dekansi moral sekalipun. Maka, secara moral, hal ini memang baik, tapi secara logika, sangat disayangkan. Jadi, fakta empirisnya nanti yang diangkat adalah ilmuwan yang lemah dalam hal moral. Ada pula para moralis yang relatif lemah dalam keilmuan. Kasarnya, orang pintar yang tidak berbudi, dan orang berbudi yang bodoh.

Frans Magnis Suseno pernah mempertanyakan, Jadi apakah pendapat para ilmuwan politik yang menyetujui penghapusan suatu keadaan yang tidak adil melalui sebuah revolusi ataupun perang sekalipun dapat diterima secara moral sebagai suatu kebaikan? Artinya, apabila pelanggaran terhadap keadilan memang sudah tidak diterima sama sekali dan sistem yang berkuasa tidak dapat diharapkan untuk meperbaiki, apakah dapat dibenarkan secara moral atau situasi itu akan diubah secara revolusi?

Permasalahan dan pertanyaan yang selalu muncul dari berbagai pihak, apakah seorang politikus dibenarkan memakai kekerasan dalam menerapkan perundang-undangan terhadap masyarakat dan adakah juga dapat diterima sebagai suatu kebaikan dalam istilah moral? Maka dari itu, kita diperlukan marah, dendam, benci, dan perang bila perlu kita terhadap tindakan dekansi moral. Agar dengan demikian karena kita ingin si pelaku kejahatan itu dicintai oleh Sang Pencipta. Maka dari itu, sebagai tindakan antisipasi, diperlukan hukum kasih, karma-pala, untuk diberikan ketentuan siapa yang akan menjadi penegak hukum tersebut di atas.

Apabila suatu saat pemerintah yang sudah ditegakkan kembali berlaku zalim, maka secara kebajikan diperlukan kekuatan besar lain yang disebut Legislatif untuk menyuarakan berbagai mosi tidak percaya kepada pemerintah, dalam menolak pertanggungjawaban Pemerintah Eksekutif.

Secara umum segala perbuatan menolong orang lain dianggap selamanya baik. Tetapi, apabila yang ditolong itu adalah penjahat, sudah barang tentu tidak benar walaupun baik. Jadi, kita tidak benar menolong para pecundang. Akal dan intelektualitas seorang politikus hendaknya dipergunakan dengan mengoperasionalkan otaknya untuk berpikir, berusaha mencari kebenaran sesuai dengan kemampuan ilmu pengatahuan masing-masing. Jadi, hal-hal yang seperti ini nanti akan menimbulkan logika yang menjadikan politikus tersebut seorang intelektual pada puncak kepakaran akal dan dikenal sebagai manusia yang ilmuwan politik. Karena dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah secara tepat. 

Plato pernah mempertanyakan, apakah kebenaran itu sebenarnya? Dalam waktu yang cukup lama, Bradley seakan menjawab bahwa kebenaran itu adalah kenyataan. Jadi, untuk membuktikan bahwa hari benar-benar hujan, kita harus membedakan dengan melihat kenyataan yang terjadi di luar rumah. 

Penulis : Dede Adyathul Fauzi
×
Berita Terbaru Update