Notification

×

Iklan

Iklan

Khawarij Kumpulan Komunitas Sakit

Sabtu, 07 April 2018 | April 07, 2018 WIB Last Updated 2018-04-07T02:17:10Z
Ilustrasi (foto : Republika)
Indikatorntb.com - Usai perang Hunain Rasulullah saw di protes segerombolan yang mengatakan tidak adil dalam pembagian ghanimah kepada para mualaf. Mereka lancang berkata, ngedumel dan terus membuat intrik bahwa Rasulullah tidak adil dan pilih kasih.

Jemu dengan sikap mereka yang terus protes Rasulullah bersabda: Sesungguhhya akan keluar dari sekelompok orang-orang ini keturunan yang fasih membaca Al Quran tapi tidak sampai kerongkongan, mereka membunuhi sesama orang muslim dan membiarkan orang musyrik".

Pada masa Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar Ibnul Khattab mereka tidak nampak dan kebiiasaan mereka muncul pada saat pemimpinnya ada masalah. Pada masa Khalifah Ustman dan Khalifah Ali kelompok ini semakin besar dan terus membuat fitnah di kalangan Mukminin. Ibnu Abbas berkata kelompok ini kerap menggunakan ayat-ayat yang seharusnya diturunkan untuk orang kafer, kemudian menggunakannya untuk orang-orang Mukmin".

Pada saat Sayidina Ali bin Abi Thalib Khutbah segerombolan orang yang duduk di serambi masjid berteriak: Tidak ada hukum selain hukum Allah. Dan mereka juga menuduh khalifah telah menyekutukan Allah atau musyrik. Tidak cukup: khalifah Ali pun disamakan dengan thaghuts dan Fir'aun. Orang-orang ini hanya mau tunduk kepada pemimpin kelompoknya dan mufaraqah terhadap kepemimpinan khalifah.

Mereka berkata keras dan lantang. Suka protes, menuduh kafer, musyrik, munafik bahkan murtad terhadap sesama mukminin yang tidak sehaluan. Salah satu cirinya adalah acapkali menggunakan ayat-ayat yang diturunkan kepada orang-orang kafer kemudian digunakan untuk orang-orang Islam.

Mereka terus menebar fitnah dan menghasut tentang keburukan pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib. Merancang makar dan mengganti khalifah dengan caranya. Jumlah mereka terus bertambah. Sebaran fitnah dan ghiba lebih kuat ketimbang berita baik. Kalangan Mukminin resah karena berita berita yang disebar sangat menganggu.

Segerombolan orang yang merasa paling benar datang menghadang khalifah Ali bin Abi Thalib sepulang beliau dari masjid dengan beberapa pertanyaan menghunjam, wahai Ali kenapa masa pemerintahanmu tidak sebaik masa khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar Ibnul Khattab, korupsi merajalela, pemberontakan dan pembunuhan dimana-mana, fitnah menyebar tidak terkendali, kemiskinan dan kejahatan terus bergolak, demikian pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kaum pemberontak kepada khalifah Ali,

Dengan sabar dan tegas khalifah Ali menjawab, pada masa Khalifah Abu Bakar dan Umar ibnul Khattab yang dipimpin adalah sahabat-sahabat terbaik, amanah, wara dan zuhud dan orang-orang seperti aku. Tapi pada masaku yang aku pimpin adalah orang-orang sepertimu, kumpulan para pembully, penyebar fitnah dan
para pemberontak, ahli ghiba dan tukang adu domba, membaca Alquran tidak untuk diamalkan tetapi hanya untuk diperdebatkan, merendahkan teman dan kaum lain yang kebetulan tidak sepaham. Itulah kalian .. jawaban khalifah Ali demikian tegas mengena, membuat kaum Khawarij tak berkutik.

Siapapun pemimpin, jika yang dipimpin adalah kumpulan para pembuly, orang-orang culas dan merasa benar sendiri, bahkan nabi saw pun kewalahan dan jemu melihat prilaku mereka. Meski mereka fasih membaca al Quran dan berkata dengan sebaik-baik perkataan.

Khawarij selalu menyalahkan pemimpin dan menjadikan kambing hitam lahirnya segala petaka dan bencana, Rasulullah pun mereka anggap tidak adil dan pilih kasih. Kumpulan merasa benar sendiri membawa nama Allah untuk tujuan yang mereka ingini. Mereka tak mau mendengar nasehat dan hanya mau tunduk dan patuh kepada pemimpin kelompoknya. Bahkan khalifah Ali pun di tuduh telah menyekutukan Allah ... lantas dibunuh dengan cara keji. Wallahu A'lam..

Penulis : @nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar
×
Berita Terbaru Update